SABANG – Warga Sabang berharap bantuan biaya pendidikan yang diberikan kepada peserta didik mulai dari SD hingga SMA/sederajat bisa diberikan secara berkelanjutan.

Di masa kepemimpinan Zulkifli H. Adam dan Nazaruddin, Pemko Sabang memberikan bantuan pendidikan Rp 2 juta per tahun kepada seluruh peserta didik di Kota Sabang tanpa terkecuali.

Salah seorang warga Sabang, Ari Ahmad, yang berasal dari Gampông Cot Ba'u Kecamatan Suka Jaya Sabang mengatakan, bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat terutama bagi warga dengan penghasilan menengah ke bawah.

“Dana dua juta itu sangat membantu secara pribadi saya, juga masyarakat khusunya dengan penghasilan menengah ke bawah. Apalagi seperti saya punya banyak keponakan pak,” ujar Ahmad, Selasa, 19 April 2016.

Ia mengatakan, menjelang pemilihan kepala daerah untuk periode mendatang, secara pribadi dan atas nama warga setempat berharap, siapa pun yang akan menjadi pemimpin Kota Sabang berikutnya, bantuan pendidikan tersebut tetap dilanjutkan. Ia juga meminta agar perhatian pemerintah di bidang pendidikan dan agama perlu menjadi prioritas.

“Siapa pun yang jadi kepala daerah ke depan, kami minta dana itu tidak dihapuskan. Karena ini sangat dapat mengurangi beban bagi kami orang tua. Kalau bisa pemerintah utamakan bidang pendidikan dan agama di depan.”

Menurut Ahmad, bila dua hal tersebut dapat diaplikasikan dengan baik, ke depan Sabang tak hanya menjadi kota yang indah, namun juga menjadi kota bermartabat dan diperhitungkan.

Hal senada diungkapkan Rinoldy, salah seorang tenaga pengajar di salah satu SMA di Kota Sabang. Saat ditemui portalsatu.com pagi tadi, Rabu, 20 April 2016, dia menuturkan, dana bantuan pendidikan tersebut sangat membantu bagi peserta didik kurang mampu.

“Dana itu sangat membantu. Apa lagi bagi murid yang pekerjaan orang tuanya tidak tetap. Tapi kita harapkan, dana itu benar- benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan si anak,” ujar Rinoldy.

Untuk periode mendatang, ia berharap penggunaan dana bantuan pendidikan tersebut perlu dilakukan pengawasan agar tak disalahgunakan, “sehingga segala kebutuhan dari peserta didik dapat terpenuhi secara maksimal,” katanya.[](ihn)