LHOKSEUMAWE – Korem 011/Lilawangsa telah menerima lima pucuk senjata api sisa konflik, lengkap dengan magasin dan puluhan amunisi aktif, yang diserahkan warga selama pelaksanaan Opster TNI di Aceh Utara.
Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Agus Firman Yusmono, Selasa, 1 Agustus 2017 menjelaskan, dari lima pucuk itu, dua senjata laras panjang AK-47, satu AK-56, dan dua pucuk jenis pistol.
Menurut Danrem, dua pucuk AK diserahkan warga Aceh Utara dan satu pucuk dari warga asal Pidie diserahkan ke Dantim Intelijen Kapten Inf. Abdul Majid. Sedangkan dua pucuk pistol diserahkan warga Aceh Utara ke Dandim 0103/Aceh Utara.
Ini bukti kesadaran masyarakat kita terhadap Kamtibmas semakin baik. Senjata-senjata ini diserahkan secara sukarela ke satuan intel dan ke Dandim. Ini juga berkat peran TNI dalam Opster yang masih berjalan, masyarakat diberikan pemahaman dan sosialisasi kebangsaan, ujar Danrem didampingi Dandim Aceh Utara Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto.
Danrem mengimbau warga yang masih menyimpan senjata sisa konflik atau yang menggunakan senjata api tanpa izin segera menyerahkan ke pihak berwenang. Hal ini, kata dia, untuk menjaga keberlangsungan damai Aceh dan ketertiban umum yang saat ini sangat kondusif.
Serahkan ke TNI ataupun Polri, kalau memang masih takut hubungi saya di Korem 011/Lilawangsa. Saya akan terima dengan baik, kata Danrem.[] (*sar)


