SUBULUSSALAM – Masyarakat Kampung Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam mengeluhkan pemadaman listrik PLN baik siang maupun malam hari.

“Kami sangat kecewa kondisi jaringan listrik di kampung kami listrik mati hidup saban hari,” kata salah seorang warga Suka Makmur, Rahmin Bancin kepada portalsatu.com, Kamis, 6 April 2017.

Ia menyebutkan listrik mati sampai enam kali sehari dengan durasi waktu satu sampai dua jam. Kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan masyarakat, turutama ibu rumah tangga saat hendak memasak nasi.

Selain itu, kata Rahmin, kondisi ini juga menyebabkan peralatan elektronik rumah tangga rawan rusak seperti AC, kulkas, TV, rice cooker, blender dan lainnya.

“Ada beberapa warga mengaku pelataran elektronik sudah rusak karena lampu sering mati hidup,” kata pria berkaca mata ini.

Warga Suka Makmur, kata Rahmin, sangat kecewa terhadap pelayanan PLN Cabang Kota Subulussalam. Pasalnya, Dusun Rahma, Kampung Subulussalam Barat yang berbatasan langsung dengan Suka Makmur, jarang terjadi pemadaman listrik.

“Kenapa desa kami sering mati, sementara Dusun Rahma tidak. Ini kan tidak adil. Padahal kami berbatasan langsung,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Supervisor Teknisi Lapangan PLN Subulussalam, Syahrul mengatakan kejadian tersebut tidak disengaja oleh PLN, tetapi listrik mati secara tiba-tiba lantaran pasokan wilayah Suka Makmur dibantu dari PK Rundeng.

“Kebetulan wilayah Suka Makmur, masuk di wilayah PK Rundeng. Kenapa padam, kebetulan jaringan sistem timur sering terganggu dari GI di Suka Ramai, Sidi Kalang, Sumatera Utara,” kata Syahrul.

Akibat gangguan tersebut dampaknya ke Subulussalam, termasuk wilayah Suka Makmur. Karena pasokan listrik di Subulussalam dibantu dari GI Sidi Kalang.

“Ketika padam, kita minta bantu ke PLTD Rimo, Aceh Singkil. Namun terbatas juga daya mampunya, akhirnya kita terpaksa padamkan bergilir untuk mensuplai jaringan ke Suka Makmur,” katanya.[]