LHOKSUKON – Warga empat gampong di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara menanam pohon pisang di badan jalan berkubang di Gampong Ceumecet, Rabu, 21 Desember 2016. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah karena kondisi jalan tersebut rusak parah.

Di lokasi, warga juga menempelkan sebuah spanduk dari kardus bekas bertuliskan, “Pemimpin Aceh, Dimana Janjimu”. Warga juga beraksi seolah-olah lubang yang digenangi air hujan itu sebagai kolam tempat memancing.

“Jalan ini sudah lima tahun rusak. Dulu pernah diaspal hotmix, tapi daya tahan tidak lebih dari dua tahun, setelah itu kembali rusak. Hari ini para pemuda berinisiatif menanam pohon pisang. Selain sebagai aksi protes, ini juga mencegah adanya sepeda motor yang terperosok dalam lubang,” kata Sekretaris Gampong Ceumecet, M. Yusuf kepada portalsatu.com.

Yusuf menyebut aksi itu dilakukan warga empat gampong, yaitu Ceumecet, Teupin U, Leupe, dan Matang Keh. Namun dipusatkan di Gampong Ceumecet.

“Dulu saat kami keluhkan jalan rusak, pemerintah beralasan Pirak Timu bukan kecamatan, sehingga tidak diprioritaskan. Sekarang ini Pirak Timu sudah jadi kecamatan, bahkan dewan dari sini saja sudah tiga orang. Mau alasan apa lagi. Mengapa kondisi jalan masih begini-begini saja. Jika hujan deras, anak-anak memanfaatkan kubangan itu untuk berenang,” ucap Yusuf.

Nasruddin, warga Gampong Ceumecet mengatakan, pihaknya menanam dua pohon pisang dan batang pinang. Kata dia, kerusakan terparah jalan setiap gampong itu mencapai lima titik.

“Jika hujan deras, jalan di sini seperti kubangan kerbau, bahkan di beberapa titik seperti sungai. Ini merupakan jalur lintas gampong menuju pusat Kecamatan Lhoksukon. Melalui jalan ini, warga membawa hasil tani untuk dijual ke pusat kecamatan. Ini juga jalur lintas anak sekolah,” pungkas Nasruddin.[]