BerandaBerita PidieWarga Teubeng Pidie Minta Pemerintah Keruk Krueng Tukah

Warga Teubeng Pidie Minta Pemerintah Keruk Krueng Tukah

Populer

SIGLI – Warga Kemukiman Teubeng, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, meminta pemerintah segera melakukan normalisasi Krueng Tukah yang berada di wilayah mereka. Hal itu perlu dilakukan mengingat kawasan tersebut acap banjir dari luapan sungai yang sudah dangkal.

Keuchik Gampong Jawa Teubeng, Zulkifli, kepada portalsatu.com, Sabtu, 11 Februari 2023 mengatakan, hampir seluruh wilayah Gampongnya terendam banjir akibat luapan Krueng Tukah, 30 Januari 2023 lalu. Luapan akibat sungai sudah dangkal sempat merendam kawasan perswahan dan pemukiman penduduk.

“Gampong kami terendam, setelah hujan deras dan terjadi luapan sungai karena tidak sanggup menampung air akibat sungai dudah dangkal dan tidak pernah dibersihkan,” kata Keuchik Zulkifli.

Hal senada juga diutarakan Keuchik Gampong Tanjong Teubeng, Saiful Bahri. Pihaknya sangat berharap kepedulian pemerintah untuk dapat mengeruk sampah sendimen dalam sungai agar aliran kembali lancar sehingga banjir dapat teratasi.

Selain dangkal, lanjut Saiful, sungai juga sudah sempit akibat ditumbuhi semak -semak di sepenjang sungai. Pohon- pohon tersebut menahan sampah – sampah yang dibawa air hingga membuat sungai dangkal dan sempit.

“Jika tidak segera dilakukan normalisasi, kami khawatir dan resah, luapan kembali terjadi merendam rumah – rumah dan harta benda warga,” kata Saiful dengan harapan keluhan warga dapat tersampaikan kepada pimpinan daerah.

Adapun akibat luapan sungai di wilayah tersebut telah mengakibatkan sejumlah gampong terendam banjir, diantaranya, Gampong Jawa Teubeng, Dayah Teubeng, Tanjong Teubeng, Gampong Labui hingga Gampong Tumpok 40, Cot Rheng, Cot Teungoh dan Keunire.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, Muhammad Rabiul, kepada portalsatu.com, Minggu, 11 Februari 2023 menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mengerjakan normalisasi DAS Krueng Tukah, namun, proses pengerjaan masih di kawasan kecamatan Kota Sigli.

“Memang, kawasan Teubeng juga masuk dalam rencana kita, akan tetapi, karena sendimen sudah setinggi dua meter membuat proses pengangkatan lama,” jelas Rabiul.

Dia mengaku, pihaknya tetap berupaya untuk dapat melakukan normalisasi DAS Krueng Tukah hingga ke kawasan Teubeng. Walau masa darurat habis, pihaknya berupaya di masa transisi dengan menjalin kerjasama baik BPBA Aceh, maupun BNPB pusat.

“Berbagai upaya akan kita lakukan agar persoalan banjir dapat tertanggulangi”, pungkas Rabiul.[](Zamahsari)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya