Oleh: dr. Munzirul Akbar
Doter umum di RSUD Satelit Aceh Besar

Dewasa ini keluhan bergetar yang dirasakan masyarakat cukup beragam terutama rasa bergetar yang dirasakan pada anggota gerak tubuh. Mungkin dari kita semua rasa bergetar pada tubuh acap kali dirasakan, apalagi setelah melakukan aktivitas seharian walaupun tidak semua orang merasakannya.

Namun, gejala bergetar pada tubuh yang terlalu sering muncul dapat menimbulkan masalah serius terutama terhadap kualitas kehidupan seseorang, apalagi ditambah dengan gejala lain yaitu gerakan melambat pada tubuh.

Dalam istilah medis, gejala bergetar dan gerakan melambat pada tubuh disebut penyakit parkinson yang mana merupakan penyakit kedua terbanyak setelah penyakit alzheimer. Penderita terbanyak penyakit ini berada di rentang usia 50-60 tahun, bahkan pada usia 80 tahun.

Penyebab utama parkinson adalah berkurangnya jumlah dopamine di otak yaitu senyawa kimia yang berperan dalam mengontrol Gerakan. Seiring perjalanannya, penyakit ini dapat menurunkan kualitas kehidupan karena sifatnya yang muncul perlahan-lahan. Penurunan jumlah dopamine pada otak tersebut diakibatkan oleh adanya kerusakan pada sel saraf yaitu pada bagian substansia nigra pars kompakta di batang otak.

Sebagian gejala bergetar pada tubuh yang umumnya terjadi pada anggota gerak bagian atas, bisa diakibatkan dari berkurangnya kadar glukosa di dalam darah. Sehingga, dapat memicu rasa bergetar pada anggota gerak bagian atas, akibat dari kompensasi tubuh dalam menyesuaikan dengan keadaan tersebut.

Namun, apabila gejala muncul terlampau sering dan muncul gejala perlambatan gerakan serta tubuh terasa kaku dan berat dan merasa kurang bergairah maka ini dapat dipastikan akibat pengurangan senyawa kimia di sel saraf pada otak.