Kita dapat melihat pengurangan gejala pada tubuh penderita dengan beberapa faktor yang memperingan gejala, misalnya pada saat penderita tidur, dalam kondisi tenang dan pada saat istirahat dan gejala dapat terlihat semakin bertambah saat penderita dalam kondisi cemas dan kurang istirahat.

Bagaimana dopamine ini berkerja sehingga dapat menimbulkan gejala bergetar dan perlambatan tersebut. Di saat pengiriman neurotransmitter (dopamine) jauh lebih lambat diterima maka pengontrolan gerakan disel saraf menjadi terganggu sehingga memicu gejala demikian.

Dari gejala yang cukup khas tersebut, perlu dingat bahwa gejala bergetar di saat pasien tidak melakukan kegiatan sama sekali. Juga berdiri dengan postur tubuh yang khas seperti membungkuk dan lambat tidak diakibatkan oleh gangguan lain seperti gangguan penglihatan dan keseimbangan. Apabila hal tersebut terjadi, maka dapat kita putuskan itu adalah penyakit Parkinson.

Namun, selain gejala motorik yang telah disebutkan tersebut ada gejala lain seperti kurang nya rasa penciuman, gangguan tidur, gangguan dalam berkemih dan dapat muncul gangguan perilaku.

Pemeriksaan pendukung dalam menegakkan penyakit ini dapat dilihat saat penderita istirahat dengan memperhatikan pola gerakan ekstremitas atau anggota gerak, diperiksa, apakah ada tremor halus (getaran halus).

Penderita dapat diminta menggerak-gerakan jari serta mempertemukan ibu jari dengan jari telunjuk. Apabila terihat keterlambatan dalam melakukan gerakan dan rasa kesulitan maka hasil dapat dikatakan positif.

Biasanya, penderita parkinson akan kesulitan membuka kancing baju atau pun sebaliknya. Saat berbicara penderita tampak suara semakin lama seamakin halus, dan artikulasi menjadi tidak jelas kadang-kadang seperti gagap.