BANDA ACEH – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menolak kedatangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang dikabarkan bakal ke Aceh untuk membuka Pekan Olahraga dan Senin (Porseni) di Aceh Tengah awal Agustus 2016 ini. (Baca: Menteri Lukman Dijadwalkan Buka Porseni di Takengon)
Ketua YARA, Safaruddin, mengatakan penolakan tersebut terkait dengan proses mutasi di Kementerian Agama Wilayah Aceh yang tidak sesuai prosedur yang telah diadukan ke Komisi Aparatur Sipil Negara. (Baca: Mutasi Puluhan Pegawai, YARA Adukan Kakanwil Kemenag Aceh ke KASN)
Selain itu Menag juga dinilai mengabaikan hasil audit khusus Irjen Kementerian Agama dan hasil sidang Dewan Pertimbangan Kepegawaian yang memberhentikan Kanwil Aceh dari jabatannya.
“Kami menilai Menag telah mengabaikan 5 nilai budaya kerja sebagai slogan kerja yang telah diterapkannya di jajaran Kementerian Agama dan slogan itu hanya menjadi slogan belaka. Lima nilai budaya kerja tersebut terdiri dari integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan,” kata Safaruddin dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu, 30 Juli 2016.
Permasalahan yang terjadi di Aceh tersebut menurutnya telah berulang kali disampaikan kepada Menteri Agama. Tetapi aduan tersebut tidak mendapat tanggapan apapun. Padahal ini merupakan tanggung jawab menteri untuk menyelesaikan masalah dan menjaga lembaganya sebagai lembaga yang bertanggung jawab dan profesional, kata Safaruddin.
“Jadi kami harap Menteri Agama kalau masih punya rasa malu terhadap kondisi di Kanwil Kemenag di Aceh yang saat ini sedang bergejolak diharapkan tidak datang dulu ke Aceh, sampai permasalahan di jajaran Kanwil Kemenag Aceh terselesaikan.”
Lebih lanjut Safaruddin mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada Presiden agar Menteri Agama dicopot dan diganti dengan orang yang bertanggung jawab.[](ihn)



