LHOKSEUMAWE – Yayasan Geutanyoë merayakan Lebaran Idul Fitri bersama para pengungsi Rohingya yang masih berada di sejumlah lokasi penampungan di Aceh.
Perayaan dilakukan melalui pendistribusian 233
paket lebaran kepada pengungsi, termasuk anak dan perempuan Rohingnya, Kamis, 7 Juli 2016. Paket bantuan lebaran yang dibagikan tersebut berupa makanan roti kaleng dan sirup.
Pembagian paket dilakukan dengan alokasi 60 paket untuk pengungsi di Shelter Blang Adoë, Aceh Utara, 109 paket untuk kamp pengungsi Bayeun, Aceh Timur, dan 64 paket untuk pengungsi yang ada di kamp Lhôk Bani
dan Timbang, Langsa. Selain itu paket turut pula dibagikan untuk sebagian kecil masyarakat sekitar lokasi.
Manager Distrik Yayasan Geutanyoë untuk Aceh Utara, Muhammad Usman dalam siaran pers diterima portalsatu.com menyatakan pembagian paket lebaran untuk para pengungsi Rohingnya ini bertujuan supaya mereka bias turut merayakan Hari Raya Iedul Fitri dengan penuh rasa bahagia.
Apa lagi mereka sudah lebih setahun berada di Aceh, dan jauh dari sanak saudaranya, ujar Usman.
Hermanto Hasan, Direktur Yayasan Geutanyoë menyebutkan, kegiatan ini terselenggaran berkat dukungan dari LSM Inggris Restless Beings dan LSM Belanda AsSalaamah WalAdaalah, keduanya merupakan lembaga yang didirikan warga Muslim.
Yayasan Geutanyoe merupakan organisasi non-pemerintah yang didirikan pada 2013 oleh sejumlah aktivis sosial kemanusian yang telah mendedikasikan diri dalam gerakan kemanusian dan gerakan sipil non-kekerasan di Aceh sejak tahun 1999. Yayasan ini telah melibatkan diri dalam advokasi dan penanganan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya sejak pertama kali diselamatkan nelayan Aceh Mei 2015 hingga kini.[] (rel)



