BANDA ACEH – Lima hijaber asal Aceh sedang bertarung agar bisa masuk final audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016. Mereka adalah Fayruzziana asal Aceh Barat Daya, Dresiska Latiful Faisal asal Banda Aceh, Nona Nurfadhila asal Banda Aceh, Nofi Maghfirah asal Banda Aceh dan Tasya Meisheilla A asal Banda Aceh.
Bagi kamu-kamu yang ingin mendukung mereka di ajang ini bisa membantunya dengan cara vote mereka secara online. Caranya klik di sini. Lalu klik pada foto nama kandidat yang kamu dukung. Untuk mendukung mereka kamu harus log in dengan akun Facebook atau Google. Ikuti langkah selanjutnya. Jika berhasil foto yang sudah kamu pilih akan tertulis “voted”. Voting dibuka sejak 11 – 17 Mei 2016.
Kamu juga bisa mendukung mereka dengan cara mengirimkan sms dengan format ketik HIJAB (spasi) NAMA PESERTA kirim ke 93458.
Hijab Hunt adalah ajang pencarian muslimah berhijab yang berbakat. Hijab Hunt bukan sekedar kontes wanita berhijab biasa. Ada banyak karakter yang dinilai dalam pemilihan muslimah berkualitas ini. Tidak hanya cantik dan berkepribadian, muslimah juga harus memiliki bakat.
Untuk mencari ikon muslimah berbakat tahun ini, Sunsilk Hijab Hunt melakukan audisi di 10 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Makasar, Banjarmasin, Palembang dan Banda Aceh.
Ingin tahu lebih jauh siapa sosok yang akan kamu dukung? Berikut biodata singkat mereka seperti dikutip portalsatu.com di forum.detik.com:
1. Dresiska Latiful Faisal (menari, akting, menyanyi)
Berhijab adalah kewajiban setiap muslimah. Dengan berhijab, kita akan merasa tentram dan tampak bersahaja. Untukku, awalnya memakai hijab hanya membuat penampilan semakin menjadi rumit. Namun saat kutau bahwa hal itu wajib dalam agama, aku mencoba nyaman dengan memakai style hijabku sendiri. Apalagi di jaman sekarang style hijab semakin menjamur dan fashionable tanpa menghilangkan kesan bersahajanya.
2. Fayruzziana (menari, akting, menyanyi)
Saya berhijab sejak kelas 4 SD dengan ikut-ikutan namun disaat itu saya belum konsisten mengenakan hijab hingga akhirnya saya dimasukkan pesantren setingkat SMP dengan bekal kata orangtua “Kalau meninggal Mama Papa Tidak akan meninggalkan harta, melainkan bekal ilmu untuk anak-anak Mama dan Papa”. namun jenjang SMA saya keluar dari pesantren dan masuk SMA favorit di Aceh. Hingga sekarang Alhamdulillah saya masih menggunakan hijab bahkan ketika akan tidak menggunakannya seperti ada yag kurang pada diri saya. begitu juga dengan mengupload foto di media sosial, seakan ada malaikat dalam diri yang melarang untuk mengumbarkannya. begitu juga ketika saya melakukan olahraga Futsal maupun Basket, satu sisi seakan ingin membukanya, namun disisi lain yang lebih besar tetap menggunakannya tanpa menjadi penghalang saya melakukan olahraga berat tersebut. Saya bersyukur akan diri saya yang sekarang, selain memakai hijab memang perintah dalam agama, namun kebiasaan menutup kepala seperti sudah mendarah daging kepada saya
Alhamdulillah Ya Allah 
3. Nofi Maghfirah (Menyanyi, Akting)
Alhamdulillah.. saya terlahir dari keluarga muslim dan terlahir di aceh tercinta yang menjunjung tinggi nilai keagamaan. Saya mulai berhijab dari SD walaupun terkadang masih sering melepasnya, tetapi seriring berjalannya waktu dan semakin dewasa saya mulai mengerti apa arti hijab bagi umat muslimah dan sesuai perintah Allah SWT.
4. Tasya Meisheilla A (Menyanyi, Menari, Presenting)
Saya berhijab sejak saya masih SD, tapi sering buka tutup seperti portal, waktu saya SMA, saya mulai konsisten berhijab, tapi suatu ketika saya memasang DP BBM foto tanpa hijab , lalu teman saya dari Kalimantan chat dan bilang, “maaf, rambutnya kelihatan tuh tasya”, saya malu dan sejak itu saya konsisten dengan hijab saya, dan hijab adalah identitas saya, saya tak pernah lagi berani bertemu non muhrim tanpa hijab saya..
5. Nona Nurfadhilla (Menyanyi, Menari, Main Musik)
Saya berhijab sejak kelas 1 SMP. Alasannya pertama karena saya sudah baligh, yang kedua anjuran dari orang tua, yang ketiga saya sudah merasa malu jika tidak berhijab dan sudah menyadari kewajiban saya sebagai muslimah. Terlebih saya tinggal di tanah yang dijuluki tanah serambi mekah yang memang ditegakkan syariat Islam dan diperintahkan seluruh perempuan untuk berhijab. karena dari itu sebagai perempuan Aceh saya harus menjaga marwah saya sebagai muslimah yang lahir di tanah Aceh. pengalaman saya berhijab yang paling berkesan yaitu ketika dikampus. karena saya suka pakai hijab yang gaya-gayaan. teman-teman juga banyak yang termotivasi minta diajarkan pakai style hijab. saya sangat senang karena mereka sangat bersemangat untuk berhijab. walaupun hijab itu bukan untuk gaya-gayaan tetapi dengan style yang modern hijab bisa mempengaruhi muslimah teguh untuk berhijab.[](ihn)

