BANDA ACEH – Bakal calon gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, ia maju dari jalur perseorangan bukan karena antipartai politik. Namun, karena Partai Aceh yang menjadi tempat bernaungnya selama ini sebagai salah satu partai harapannya tidak lagi memberi ruang. Karena itu, ia mencari jalan lain untuk melanjutkan tugas-tugasnya yang belum selesai.

Hal itu disampaikan Zaini saat menggelar konferensi pers usai menyerahkan bukti dukungan KTP sebagai syarat maju dari jalur perseorangan di kantor KIP Aceh di Banda Aceh, Minggu, 7 Agustus 2016.

“(Bukti dukungan yang diserahkan ke KIP) ini bukan hanya kertas biasa, akan tetapi di dalam kertas tersebut berdiri harapan rakyat Aceh hingga tahun 2022,” kata Zaini.

Menurut Zaini, dirinya memilih jalur perseorangan juga bukan berarti karena partai merupakan organisasi yang buruk. “Semua adalah adik, sahabat dan saudara saya,” ujar Zaini Abdullah .”Saya memilih untuk tidak masuk ke partai lain, lalu memilih jalur independen,” katanya.

Zaini mengaku sengaja mengantar bukti dukungannya hari ini karena bertepatan dengan hari pencabutan status Daerah Operasi Militer pada 1998 silam. Kata dia, pada peringatan 18 tahun pencabutan DOM di Aceh, hendaknya masyarakat Aceh menundukkan kepala untuk para syuhada yang telah syahid demi tanah kelahirannya.

“Bersama semangat mereka kita pastikan pilkada 2017 berjalan damai dan biarkan rakyat Aceh yang menentukan  siapa yang kelak menjadi gubernur 2017-2022 mendatang,” ujar Zaini.[](ihn)