Asmaul Husna ke-38 bernama “Al-Hafidh”. Zikir ini bermakna Allah Maha Menjaga, Yang Maha Memelihara, Maha Pelindung. Allah memelihara segala-galanya, serba lengkap dan pada suatu ketika menghindarkannya dari kehilangan dan malapetaka. Menjaga segala sesuatu jangan sampai rusak dan goyah. Juga menjaga segala amal perbuatan hamba-hambaNya, sehingga tidak akan disia-siakan sedikit pun untuk diberikan balasan-Nya.

Sebagian ulama memberi makna Al-Hafidh bisa dipahami dari dua sisi. Pertama, Allah meneruskan wujud yang ada dan mengekalkannya. Misalnya matahari. Jika manusia menua dengan umur terbatas, sementara matahari sudah lama tua tapi tidak habis-habis. Dari sejak Allah ciptakan matahari yang menurut data sains, umur bumi dan matahari sudah mencapai 37 miliar tahun. Meski sudah tua, tapi cahayanya tidak habis-habis. Allah berfirman,“Dialah (Allah) yang telah menciptakan malam, siang, matahari, dan bulan. Masing-masing itu beredar di dalam garis edarnya”. [Al Anbiya`: 33]

Pemahamannya bahwa sinar dari bulan mengambil cahaya matahari. Matahari dan bumi yang Allah ciptakan tidak ada habisnya. Inilah yang disebut dengan kehendak Allah meneruskan wujud yang ada dan mengekalnya. Hal serupa juga terjadi dengan akhirat, Allah ciptakan akhirat kemudian Allah kekalkan. Allah berfirman,“Mereka kekal di dalamnya (surga)”. [Al-Baqarah: 25)

Sedangkan pemeliharaan manusia terbatas. Contoh kecil ketika seseorang melihara anak yang hanya puluhan tahun saja, ia merasa capek. Itu hanya memelihara fisiknya, tidak memelihara nyawanya. Hal ini menunjukkan pemeliharaan manusia lemah sekali, beda dengan pemeliharaan Allah yang sempurna. Allah yang menjaga langit dan bumi, malaikat dan semua yang ada, baik yang panjang sekali masa keberadaannya seperti matahari dan bumi, atapun yang tidak lama umurnya seperti manusia.

Jadi bila ada sesuatu yang umurnya habis bukan berarti Allah tidak dapat memeliharanya, tapi itu adalah sistem yang Allah ciptakan. Seperti tumbuhan toge, Allah hanya memberikan masa hidup beberapa hari. Begitu pula dengan hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan dan lainnya. Semua itu Allah yang memelihara, baik yang lama umurnya atau yang pendek umurnya.

Kedua, bagaimana cara Allah memelihara? Pemeliharaan juga dilakukan oleh Allah dengan menciptakan sesuatu yang berlawanan antara satu dengan yang lain. Seperti air dan api, kalau tidak ada air mungkin seluruh alam akan habis terbakar dan sebaliknya, air bisa hilang dengan adanya api. Kedua-duanya saling berlawanan dengan karakter yang Allah ciptakan. Begitu pula Allah telah menciptakan antara panas dan dingin.

Berdasarkan pemahaman di atas bahwa semua bentuk yang ada di alam ini terdiri dari sesuatu yang berlawanan, tapi saling membutuhkan. Kalaulah tidak ada yang berlawanan niscaya kehidupan di alam ini akan habis.

Fadhilah AlHafidh

Pertama, seseorang yang berzikir  “Ya Hafidh” sebanyak 99 kali, Insya Allah akan terlindung dari gangguan binatang buas terutama saat berada di dalam hutan.

Kedua, seseorang yang rutin menyebut Ya Hafidh 16 kali sehari, Insya Allah akan diselamatkan dari malapetaka.

Ketiga, seseorang demi menjaga keselamatan diri dari binatang buas atau dari hantu malam, dengan membaca Ya Hafidh sebanyak 99 kali pasti akan diselamatkan dan terhindar dari segala gangguan tersebut di atas.

Keempat, siapa yang mengamalkan zikir Ya Hafid setiap hari serta menyimpan bersamanya kertas bertulis “Al Hafidz, Allah akan melindunginya dari segala bahaya, kerugian dan perkara-perkara yang dapat mengancamnya.[]