SUBULUSSALAM –  Pemerintah Kota Subulussalam melaksanakan zikir dan doa bersama di Masjid Agung, Jumat, 4 Oktober 2024 malam. Kegiatan ini dilakukan jelang Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam yang berlangsung pada 27 November mendatang.

Pj Wali Kota Azhari mengatakan saat ini masyarakat Subulussalam dihadapkan pada momentum yang sangat peting dalam perjalanan demokrasi di bumi Syekh Hamzah Fansuri ini. Pilkada bukan sekadar memilih pemimpin, tapi juga untuk refleksi dari harapan dan aspirasi masyarakat.

“Kita ingin memilih pemimpin yang mampu mengayomi, membawa perubahan dan mewujudkan Subulussalam yang lebih baik,” kata Azhari.

Zikir dan doa bersama di Masjid Agung, Kota Subulussalam, Jumat, 4 Oktober 2024 malam. Doa bersama ini dilakukan jelang Pilkada Wali Kota Subulussalam pada 27 November mendatang agar berlangsung aman dan damai.

Azhari mengajak melalui kegiatan zikir dan doa bersama ini, dengan memulai langkah mengedepankan nilai-nilai spritual, setiap hembusan nafas dan detak jantung, terdapat harapan dan cita-cita yang ingin dicapai bersama

“Dengan berdoa, kita tidak hanya menyerahkan segala urusan kepada-Nya, tapi juga memperkuat tekad untuk berpartisipasti aktif dalam demokrasi ini,” ucap Azhari.

Di Pilkada 2024, kata Azhari sebagai masyarakat harus bisa menempatkan diri sebagai pelopor perubahan, tidak boleh terjebak dalam politik identitas yang dapat memecah belah masyarakat.

Karena itu, Azhari mengajak seluruh lapisan masyarakat membangun suasana harmonis, penuh kedamaian, saling menghargai perbedaan pilihan.

“Zikir dan doa yang kita panjatkan ini, bukan hanya untuk meminta keberkahan dalam pemilihan, tapi juga memohon agar proses demokrasi berjalan lancar, aman dan damai,” kata Azhari.

Siapapun yang terpilih nanti, kata Azhari diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik, menjadi pemimpin dekat dengan rakyat, karena semuanya adalah putra terbaik di daerah ini.

“Sebagai Pj Wali Kota Subulussalam, saya memiliki kewajiban untuk mensukseskan Pilkada 2024. Kami sangat bertanggung jawab terhadap sukses dan tidaknya Pilkada ini, dan kami berharap seluruh masyarakat juga memiliki rasa tanggung jawab yang sama terhadap demokrasi ini,” tegas Azhari.

Ia mengajak masyarakat menjadi pemilih cerdas, bijak dalam bersikap, dapat menyaring setiap informasi beredar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif.

“Mari kita tumbuhkan rasa persaudaraan di antara kita, tanpa memandang perbedaan latar belakang, suku, agama, maupun pilihan politik, kita semua adalah satu, dan kita semua adalah bersaudara,” kata Azhari.[]