BANDA ACEH – Zulfan Effendi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh periode 2017-2020 pada Musda XIII yang akan berlangsung 29-31 Juli 2017.

Zulfan Effendi didukung lima DPD KNPI kabupaten/kota dan 25 OKP, menyerahkan berkasnya kepada panitia di aula Kantor KNPI Aceh, di Banda Aceh, Sabtu, 22 Juli 2017.

Adnin A. Salam, ketua tim pemenangan Zulfan mengatakan, terkait visi misi, pihaknya mengutamakan independensi dan profesionalisme, kreatif dan mandiri sebagai strategi bagi pemuda Aceh ke depan.

“Independensi skill, artinya seperti anak muda di gampong-gampong kita beri pelatihan sesuai dengan potensi daerahnya, kalau potensi pemudanya pertanian, kita akan berikan pelatihan traktor untuk mengembangkan potensi pemuda di daerah tersebut, disesuaikan dengan kebutuhan mereka masing masing,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sumber dana untuk kegiatan KNPI Aceh seharusnya tidak hanya dari APBA saja. “Ini komitmen kita, berhubung jaringan Zulfan Effendi ada di tingkat nasional,” kata Adnin.

Zulfan menambahkan, “Terkait kerja sama dengan pemerintah yang baru, disesuaikan dengan visi misi pemerintah nantinya. Ini kita sesuaikan dengan program Pak Irwandi (Gubernur Aceh), dan kita akan ambil peran dari pemerintahan”.

Apresiasi

Sementara itu, Ketua KNPI Aceh Jamaluddin, setelah menerima pendaftaran Zulfan Effendi, menyampaikan, “Musda XIII akan dilaksanakan pada 29 Juli 2017. Tanggal 26-28 Juli 2017 masih ada waktu untuk perbaikan berkas”.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu Zulfan sudah berjanji akan maju, kemudian membentuk tim untuk mencalonkan diri. “Maka sama-sama kita beri apresiasi, semoga langkah, harapan, cita-cita untuk berbagi kepada pemuda Indonesia, bisa dilaksanakan,” katanya.

Menurutnya, apresiasi tersebut diberikan atas keberaniannya untuk maju sebagai calon ketua. “Saat ini yang mendaftar baru dua bakal calon, Bung Zulfan yang kedua,” katanya.

Baca juga: Wahyu Saputra Daftarkan Diri Sebagai Bakal Calon Ketua KNPI Aceh

Menurutnya, beberapa hal yang perlu disampaikan kepada pendukung calon, untuk mendukung proses Musda dengan baik, demokratis, dan bisa menjadi contoh.

“Di awal Agustus harus sudah ada ketua,” ucapnya.

Jamaluddin turut memohon maaf kepada seluruh OKP, dan anggota pengurus KNPI lainnya, apabila selama ia menjadi ketua KNPI Aceh ada kesalahan dan kekurangan.[]

Laporan Taufan Mustafa