BLANGKEJEREN – Sebanyak 1.731 anak kelas enam sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gayo Lues secara serentak mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) di masing-masing sekolah. Sementara delapan siswa tidak hadir lantaran sakit dan satu orang meninggal dunia.

Kasimudin, Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues melalui Kabid Dikdas Salid, S.Pd., Senin, 24 Mei 2021, mengatakan total siswa dan siswi SD yang terdaftar sebagai peserta UAS berjumlah 1.740 orang. Namun, yang hadir mengikuti ujian 1.731 orang, delapan sakit dan satu meninggal dunia.

“1.740 siswa dan siswi yang terdaftar mengikuti UAS ini berasal dari 85 sekolah negeri dan empat sekolah swasta,” katanya melalui pesan WhatsApp saat ditanya jumlah siswa mengikuti UAS.

Salid menjelaskan tujuan pelaksanaan UAS untuk mengetahui pemetaan sekolah supaya bisa dilakukan koreksi kedepannya. Bagi siswa yang nilainya rendah akan dilakukan pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) kepada guru di masing-masing kecamatan.

“Nilai UAS ini bukan sebagai penentu kelulusan siswa dan siswi SD, tetapi hanya untuk pemetaan di sekolah mana yang nilai siswanya bagus dan kurang bagus. Kemudian yang kurang bagus akan kita perbaiki dengan meningkatkan SDM gurunya,” jelas Salid.

Salid mengaku daftar soal/pertanyaan dibuat Dinas Pendidikan Gayo Lues untuk keseragaman dan menjaga kerahasiaan, sehingga nilai yang diperoleh siswa nantinya bisa menjadikan acuan dalam melakukan pemetaan.

“Yang menjadi syarat kelulusan siswa dan siswi SD itu adalah rajin sekolah dan tidak memiliki persoalan di sekolah. Kalau untuk nilai tidak ada patokan kelulusanya, karena anak wajib belajar itu sembilan tahun. Jadi nilai ujian ini bukan penentu kelulusan,” ujarnya.[]