Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
Beranda100 Hari Kepemimpinan...

100 Hari Kepemimpinan Irwandi-Nova, Apa yang Sudah Dilakukan?

BANDA ACEH – Usia pemerintahan Irwandi Yusuf bersama Nova Iriansyah tak terasa sudah berjalan 100 hari. Dilantik pada 5 Juli 2017 lalu, sebenarnya apa sih yang sudah dilakukan pasangan lokal-nasional ini untuk Aceh?

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Serbaguna Setdaprov Aceh, Banda Aceh, Jumat, 13 Oktober 2017, Nova Iriansyah mengaku mereka tidak memasang target 100 hari atau 1000 hari kerja. Menurut Nova, dia bersama Irwandi tidak memasang target seperti itu karena setiap hari bekerja untuk rakyat Aceh.

“Prinsipnya adalah seluruh rakyat Aceh merasakan kehadiran Pemerintah Aceh di tengah-tengah rakyatnya,” kata Nova Iriansyah.

Meskipun demikian, Nova mengklaim kepemimpinan Irwandi bersama dirinya sudah berhasil membuat sejumlah terobosan di Aceh. Nova mengatakan di awal masa kepemimpinan mereka juga sudah membereskan sejumlah tugas besar. Dia mencontohkan seperti mempermudah regulasi di bidang investasi dan memangkas sistem birokrasi. 

Politisi Demokrat ini mengatakan sebelumnya sistem birokrasi dan regulasi di Aceh sangat membingungkan. Hal tersebut juga sudah tidak sesuai lagi dengan perubahan zaman.

“Tujuan deregulasi dan debirokratisasi yang dilakukan pemerintah Irwandi-Nova tak lain hanyalah untuk percepatan pelayanan, sinkronisasi, dan kemudahan dalam berinvestasi di Aceh,” katanya.

Nova menyebutkan ada beberapa prosedur yang rumit telah dipangkas. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan sumbatan-sumbatan dari program sebelumnya yang dia nilai, “cenderung macet.”

Seperti diketahui, pasangan Irwandi-Nova mengusung beberapa program prorakyat saat terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Program tersebut terdiri dari beberapa sektor, seperti sektor pendidikan (Aceh Carong), membenahi sektor kesehatan melalui program Aceh Sejahtera dan JKA Plus, serta bantuan rumah dhuafa melalui program Aceh Seuniya.

Program lainnya pasangan ini adalah percepatan operasional KEK Arun Lhokseumawe (Aceh Kaya), pembebasan lahan Tol Trans Sumatera melalui program Aceh Seumeugot, penataan reformasi birokrasi melalui program Aceh Peumulia, program Aceh Meuadab, Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu), Aceh Kreatif, dan menggelar even olahraga internasional melalui program Aceh Teuga.[]

Baca juga: