HARI ini, 15 Agustus 2017, genap 12 tahun Aceh yang diwakili oleh GAM berdamai dengan Pemerintah Republik Indonesia, di Helsinki, Finlandia.
Apa Makna dari itu sampai sekarang?
Perang usai di atas meja.
Perang itu benar-benar berhenti. Setelah 32 tahun sejak 1976.
Yang kita saksikan dari 2005 sampai sekarang adalah, orang Aceh berusaha keras untuk menjalankan kesepakatan damai itu. Di dalam waktu tersebut, pihak Indonesia juga.
Akan tetapi, hanya sebagian dari MoU Helsinki itu dapat dijalankan, selebihnya masih diusahakan untuk dijalankan, karena tidaktahuan para pengurus pemerintah di Jakarta, serta karena kebingungan dari pihak Aceh.
Mereka tidak mungkin lagi berperang, tapi bingung, perdamaian itu untuk apa? Perang untuk apa?
Mungkin generasi Aceh ke depan yang dapat menjawabnya. Atau, mereka tidak tahu apa-apa sama sekali, seperti generasi yang baru muncul saat ini.[]
Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan dan politik, penulis novel Aceh 2025.*steemit.com/@peradabandunia



