BANDA ACEH – Sebanyak 13 kapal nelayan di Gampong Meunasah Keude, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, hancur akibat diterjang banjir kiriman. Hal ini dikatakan Panglima Laot Lhok Krueng Raya, Zakaria Bin Tengku Ahmad kepada portalsatu.com, di Aceh Besar, Rabu, 27 Januari 2016.

Zakaria mengatakan, dari 13 kapal tersebut, 12 di antaranya merupakan boat yang digunakan untuk memancing, dan satu adalah bagan apung. Kemudian, dari 13 kapal, 6 unit di antaranya terbawa arus dan hilang, sisanya rusak parah.

Akibat kerusakan kapal tersebut, sambung Zakaria, sebanyak 30 nelayan tidak dapat bekerja. Ia juga tidak mengira datangnya banjir kiriman tersebut. 

“Sebab peristiwa itu terjadi pada pukul 03.00 WIB pagi dini hari, saat hujan lebat melanda kawasan Aceh Besar,” ujarnya.

Zakaria pun berharap kepada Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, agar segera memberikan bantuan kepada meraka dan juga korban lainnya. Supaya para nelayan dapat segera memperbaiki kapal yang rusak tersebut.

“Kalau ada dana kami bisa perbaiki. Kalau menggunakan uang sendiri, nelayan tidak punya uang,” katanya.

Zakaria memperkirakan, kerugian material yang dialami akibat hancurnya 13 kapal tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Sementara untuk memperbaiki kapal-kapal yang rusak membutuhkan waktu hingga dua pekan.

Hal senada disampaikan Rahmat, warga setempat, yang mengaku kebingungan dengan musibah tersebut. Dia mengaku banjir turut merusak kapalnya dan hal ini sama sekali tidak diduga. 

“Bagaimana ini nasib saya, kapal hancur, tak bisa melaut, anak saya makan apa ini,” tanya Rahmat.[](tyb)