SIGLI – Seluas 14 ribu hektar lebih atau setengah dari total lahan pertanian produktif 29.391 hektar persawahan yang sudah ditanami padi oleh petani, rusak akibat diterjang banjir pada Desember 2015  dan Januari 2016.

Hal itu disampaikan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah kepada portalsatu.com, Jumat, 26 Februari 2016. “Banjir selain menghancurkan rumah penduduk dan fasilitas umum lainnya, juga menghancurkan tanaman padi. Tingkat kerusakan sawah warga hampir setengah dari luas lahan sawah di Pidie,” terangnya.

Akibat kerusakan sawah produktif milik petani tersebut, lanjut Sarjani, dipastikan hasil panen kali ini akan menurun. Karena itu pemerintah harus mengambil langkah antisipasi agar sawah bisa digarap dan ditanami kembali oleh warga.

“Pemerintah berupaya mencari solusi dengan membantu bibit tananam dan kebutuhan lainnya agar petani dapat menanami kembali persawahan mereka,” imbuh Sarjani.

Sejauh ini portalsatu.com belum berhasil memeroleh konfirmasi dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Pidie terkait data rincian kerusakan sawah akibat banjir.  Menurut informasi, Kadis Pertanian Pidie Ainal Mardhiah sedang berada di Jakarta.[]