TAKENGON – Kepala BPBD Aceh Tengah, Jauhari, mengatakan, satu unit meunasah juga ikut terkena dampak banjir bandang di Desa Kerawang, Kecamatan Rusip Antara, Sabtu, 23 Januari 2016. 

“Kalau rusak tidak, cuma dimasuki lumpur saja,” kata Jauhari kepada portalsatu.com melalui selulernya, Minggu, 24 Januari 2016 sore.

Jauhari mengatakan setidaknya terdapat 15 Kepala Keluarga (KK) telah diungsikan dari lokasi banjir. Enam KK diantaranya diungsikan ke sekolah Taman Kanak-kanak (TK) setempat, sementara sembilan KK lainnya mengungsi ke rumah familinya di Desa Pantan Tengah. 

Menurut Jauhari, perbukitan di Desa Kerawang juga terancam runtuh. Sebagian tebing mulai terlihat retakan dan diperparah dengan adanya kawah di bagian puncaknya.

“Prediksi kita, bila hujan deras kembali mengguyur Kerawang, dapat dipastikan bagian atas bukit itu akan runtuh. Maka kita harap kepada warga untuk tetap waspada,” ujar Jauhari.

Dia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Sementara itu Jauhari ikut meninjau lokasi pengungsian di Desa Pilar Jaya, Kecamatan Rusip Antara, Aceh Tengah. Para pengungsi merupakan dampak korban longsor yang terjadi pada 11 Desember 2015 lalu.

“12 KK masih mengungsi ke rumah warga dan sebagian ke rumah ibadah di desa sekitar. Karena tempat tinggal sudah rusak diterjang longsor,” katanya.[](bna)