BLANGKEJEREN – Seluruh sekolah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues terpaksa diliburkan karena tidak memungkinkan diadakan proses belajar mengajar.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., bersama Wakil Bupati Gayo Lues saat rapat bersama Kepala Dinas, Badan dan Kantor, Jumat, 28 November 2025.

“Berdasarkan surat edaran Bupati Gayo Lues, sekolah yang terdampak banjir diliburkan. Namun setelah berkoordinasi dengan semua pihak, untuk sekolah yang lainnya diputuskan hari Minggu nanti apakah diliburkan atau tidak, kita lihat situasi dan kondisinya,” kata Muhaimin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Jumat malam, 28 November 2025, di Posko Pendopo Bupati.

Saat ini, kata Kepala BPBD, Kabupaten Gayo Lues sudah masuk katagori darurat bencana, seluruh akses keluar daerah terputus. Jalan dari kecamatan ke pusat kota Gayo Lues banyak terputus. Ratusan hektare lahan masyarakat dan ratusan rumah terendam banjir.

“Sekarang ini banyak sekolah terendam banjir, dan banyak sekolah juga dijadikan sebagai tempat mengungsi warga yang terdampak banjir,” ujarnya.

Kepala BPBD mengimbau masyarakat Gayo Lues tetap berhati-hati menggadapi situasi banjir dan tanah longsor. “Jangan sampai kembali terjebak di tempat-tempat yang tidak diketahui keluarga”.[]