ACEH BARAT – Elemen sipil dan mahasiswa yang menyebut dirinya “Gerakan Refleksi 20 Tahun Reformasi”, berunjuk rasa di Bundaran Simpang Pelor Meulaboh, depan Kantor DPRK Aceh Barat, 24 Mei 2018.

Dalam aksi peringatan 20 Tahun Reformasi ini, massa menyampaikan sejumlah poin yang menurut mereka bukti bahwa reformasi sudah dikhianati.

“Kondisi hari ini tidak jauh berbeda dengan kondisi 20 tahun lalu. Pemerintah antikritik. Adanya kebijakan yang merupakan embrio orde baru dengan sempitnya demokrasi. Kondisi ekonomi yang karut marut, sementara korupsi menjamur di tubuh penguasa,” kata koordinator aksi, Nasrijal kepada portalsatu.com/, di sela unjuk rasa itu.

Menurut Nasrijal, untuk mengembalikan ruh reformasi, pemerintah harus melakukan beberapa hal. Di antaranya,  mencabut UUMD3, MoU TNI/Polri, mencabut Perppu Ormas, membangun infrastruktur publik, pemerataan pendidikan, serta terjaminnya stabilitas perekonomian.

Aksi sejak pukul 16.30 WIB ini dikawal ketat aparat kepolisian, dan ditutup dengan buka puasa bersama di halaman kantor dewan setempat.[]

Penulis: Rino Abonita