SUBULUSSALAM – Sebanyak 205 santri dan santriwati mengikuti lomba dalam kegiatan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) tingkat Kota Subulussalam yang diprakarsai DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) setelah dibuka Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, SE di Lapangan Baringin, Sabtu, 26 Oktober 2019.
Ketua BKPRMI Kota Subulussalam, Jaminuddin Berutu kepada portalsatu.com/ mengatakan FASI kali ini berbeda dari sebelumnya, masing-masing kecamatan mengirimkan sebanyak 41 utusan total berjumlah 205 dari lima kecamatan yang ada di Kota Subulussalam.
Kegiatan FASI ini dalam rangka menyonsong menjadikan Kota Subulussalam menjadi kota santri. “Mereka akan bersaing menjadi yang terbaik di FASI tingkat kota ini,” kata Jaminuddin.
Jaminuddin mengatakan, BKPRMI Kota Subulussalam hadir sebagai pelopor dalam memakmurkan masjid, serta mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban. Masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat salat tapi seluruh kegiatan Islami boleh dilaksanakan di masjid-masjid.
“ke depan BKPRMI menjadi penyemangat dalam syiar Islam di bumi Syekh Hamzah Fansury,” katanya.
Jaminuddin juga menyampaikan terima kasih kepada wali kota, wakil wali kota, ketua DPRK, para kepala desa, PLN, BSM, Baitul Mal dan donatur lainnya, yang turut membantu dan menyukseskan FASI tingkat Kota Subulussalam.
Secara khusus Manager PLN UP 3 Subulussalam menyerahkan secara simbolis arus kas masjid dan tata laksana Jumat. Jaminuddin menambahkan dalam waktu dekat semua masjid yang berjumlah 107 di Kota Subulussalam akan mendapat dana CSR PLN Peduli.
“Juga seluruh tropy dibantu oleh pihak PLN, dan ini baru pertama dilakukan di Indonesia. Dan BSM juga menyerahkan dana Rp9.100.000 kepada panitia dari BAZNAS melalui Bank Syariah Mandiri Subulussalam,” ungkap Jaminuddin.[]



