Kamis, Juli 25, 2024

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...
BerandaNews2,2 Kg Sabu...

2,2 Kg Sabu dan 20 Kg Ganja Dibakar

SIGLI – Sabu seberat 2,2 kilogram dan 20 kilogram ganja kering hasil sitaan Polres Pidie di beberapa lokasi, dimusnahkan dengan cara dihancurkan dan dibakar di halaman mapolres setempat, Kamis 21 Januari 2016.

Pemusnahan barang bukti kejahatan narkoba itu dihadiri Wakil Bupati Pidie M. Iriawan, Dandim 0102 Pidie Letkol Inf Usik Samwa P, Kajari Sigli, Ketua Pengadilan Negeri Sigli Bakhtiar SH, dan Kepala Dinas Kesehatan Pidie dr. Fajriman.

Wakapolres Pidie Kompol Nazaruddin didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Raja Harahap kepada wartawan mengatakan, barang bukti narkoba yang dimusnahkan itu hasil sitaan di berbagai lokasi di Pidie dan Pidie Jaya. Salah satunya, 2 kilogram sabu disita saat ditangkap tersangka Fik di depan Polsek Padang Tiji beberapa waktu lalu. “Sisanya 2 ons lagi penangkapan dua tersangka lainnya, salah satu tersangka meninggal dalam kecelakaan tunggal,” terangnya.

Sedangkan 20 kilogram ganja kering ditemukan dari sebuah rumah warga di Geumuroh, Kecamatan Geulumpang Tiga. “Kita dapatkan ganja yang dimasukkan dalam karung saat penggerebekan. Namun, polisi tidak berhasil menangkap pelaku, karena saat polisi datang dia sudah kabur,” imbuh Nazaruddin.

Pantauan portalsatu.com, pemusnahan sabu dilakukan dengan cara memblender setelah dicampur dengan alat kimia untuk menghancurkan narkotika. Sedangkan pemusnahan ganja dilakukan dengan pembakaran.

Wakapolres Nazaruddin mengakui saat ini pengguna narkoba di Pidie dan Pidie Jaya masih tinggi, sehingga perlu bantuan semua pihak untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan barang haram itu.

“Hampir semua pelosok terjamah dengan barang haram itu, bukan hanya masyarakat, oknum TNI/Polri pun ikut terlibat,” kata Nazaruddin.[] (idg)

Baca juga: