Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaNews220 KK di...

220 KK di Dua Gampong Pidie Masih Terkurung Banjir

SIGLI – Sebanyak 220 kepala keluarga (KK) korban banjir di Gampong Batee dan Meunasah Bie Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie, hingga hari kedua bencana, Kamis 28 Januari 2016, masih terkurung di dalam kampung setempat.

Sejauh ini belum ada bantuan tanggap darurat dari pemerintah, sehingga geuchik terpaksa mengambil kas gampong untuk membuka dapur umum.

Geusyik Gampong Meunasah Bie, Abdul Muthaleb, kepada portalsatu.com mengaku sejak banjir merendam gampongnya, Rabu 27 Januari 2016, hampir semua rumah warga terendam banjir setinggi hampir satu meter. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terhenti. 

“Jangankan untuk bekerja, memasak nasi saja tidak bisa karena rumah terendam,” kata Abdul Muthalleb kepada portalsatu.com, Kamis 28 Januari 2016.

Menurutnya, sejauh ini belum ada bantuan masa panik dari pemerintah seperti bantuan sembako untuk kebutuhan dapur umum. 

“Agar masyarakat tidak tidak mengeluh, kita berinisiatif mengambil kas gampong membelanja kebutuhan dapur korban,” kata geuchik.

Abdul Muthalleb menambahkan, banjir melanda daerahnya sejak, Rabu siang. Namun pada Rabu malam, banjir itu semakin parah dan merendam semua rumah warganya serta gampong tetangganya Batee. 

“Banjir di tempat kami akibat luapan sungai Grong-Grong, karena tanggul tebing sungai tidak ada,” jelasnya, didampingi Geusyik Gampong Batee, Abdul Razak.

Anehnya, pihak kecamatan Pidie belum membantu warga korban banjir, meski Bupati Sarjani Abdullah, Rabu 27 Januari sudah memerintahkan para camat untuk langsung mendirikan dapur umum bagi korban banjir agar mereka tidak resah akan makanan.

Camat Pidie Muhammad Jakfar ketika dikonfirmasi portalsatu.com melalui Hpnya mengaku tengah melakukan rapat koordinasi bersama Kapolsek dan Danramil Pidie guna mencari jalan untuk menangani korban banjir termasuk masalah bantuan masa panik.

“Ini kita lagi rapat koordinasi bersama Kapolsek, Danramil serta beberapa Geusyik, teramsuk pihak Dinas Sosial. Insya Allah, akan segera kita tangani,” kata Camat Pidie.[](tyb)

Baca juga: