SIGLI – Sebanyak 23 Kecamatan di Kabupaten Pidie ambil bagian dalam kegiatan festival makanan tradisional apam (serabi) yang digelar Pengerak PKK Kabupaten Pidie, Senin, 29 April 2018 di lapangan Alun-alun Kota Sigli.
Kegiatan festival makanan khas Aceh yang dibungkus dengan Pidie Apam Fair 2018 selain diikuti peserta dari kecamatan juga sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Pidie ikut ambil bagian sehingga peserta diperkirakan mencapai seribu orang.
Para peserta dari kecamatan hadir didominasi pakaian seragam dengan kain batik diselempangkan atas kepala sebagai salah satu ciri dan indentitas perempuan asli Aceh. Mereka juga membawa serta belanga dari tanah liat yang khusus dibuat untuk kebutuhan memasak apam.
Yusrawati, SE selaku ketua panitia festival mengatakan keinginan para warga untuk ikut kontes apam sangat tinggi. Hal itu terbukti seluruh kecamatan ikut ambil bagian, bahkan, selain para peserta sejumlah warga juga ikut meramaikan dan memberi dukungan kepada kecamatan masing – masing.
“Kita melihat minat para ibu – ibu untuk ikut lomba masa apam ini sangat tinggi. Ini sebagai bukti masih cintanya masyarakat Pidie terhadap kuliner khas Aceh seperti apam,” ungkap Yusrawti.
Sementara Plt Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pidie, Wikan Wistihartati, SH dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Pidie Festival Apam Fair, mengatakan dirinya mengajak semeua masyarakat Pidie untuk melestarikan makanan khas daerah seperti apam dan makanan lainnya. Karena menurutnya, kuliner khas merupakanan kekekayaan budaya sebagai kebanggaan satu daerah.
“Saya mengajak masyarakat Pidie untuk mencintai melestarikan kuliner daerah sendiri sebagai sebuah khas budaya. Memang biasanya kue apam biasa dibuat pada bulan Ra’jab di Aceh, namun ke depan saya berharap di Pidie apam dapat disajikan kapan saja sehingga dapat menarik para wisatawan untuk mencoba sajian khas yang masih asli,” ajak Wikan.
Kegiatan yang dibuka Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik), juga dihadiri Wakil Ketua Tim PKK Aceh yang juga Istri Wakil Gubernur Nova, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT dan Wakil Ketua DPR Aceh, Dalimi, Se. Ak.[]



