BANDA ACEH – Sedikitnya 23 Kepala Keluarga (KK) terpaksa diungsikan pasca banjir mengepung Gampong Paya Baroe, Kecamatan Gandapura, Bireuen, Minggu, 3 Desember 2017 sekitar pukul 02.00 WIB. Informasi ini diteruskan Tim Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melalui pesan WhatsApp Messengger, kepada portalsatu.com/ Minggu siang.
“Anggota Pusdalops PB, bersama anggota Polres, Kapolsek Gandapura, Danramil, Tagana, RAPI dan masyarakat sedang melaksanakan evakuasi warga di Dusun Tgk Chiek Ahmad Desa Paya Baroe,” tulis Yudi, petugas Tim Pusdalops BPBA.
Dia mengatakan tim akan mengungsikan warga ke lokasi aman dan mendirikan tenda serta dapur umum. “BPBD Bireuen mengintruksikan kepada tim Pusdalops untuk segera mendirikan tenda pengungsian serta pos pemantauan,” tulis Yudi lagi.
Sebelumnya, penahan tebing sungai permanen di Krueng Pandrah juga diinformasikan longsor akibat curah hujan berintensitas tinggi pada 1 Desember 2017 sekitar pukul 04.00 WIB. Sedikitnya dua unit rumah semi permanen milik warga setempat rusak parah akibat bencana alam ini
Informasi yang diterima portalsatu.com/ menyebutkan, kedua unit rumah semi permanen ini diketahui milik Syahrul Kamal, 40 tahun, dan Ahmad Khalil, 38 tahun. Kedua unit rumah ini berada di kompleks Dayah Najmussalam pimpinan Tgk Ahmad Ridwan, yang berada di jalan Medan-Banda Aceh Km 189, Gampong Pandrah Kande, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireueun.[]


