TBILISI, Georgia – Polisi telah melumpuhkan dalang di balik serangan teroris di Bandara Ataturk Istanbul tahun lalu, kata otoritas keamanan Georgia pada Jumat.
Otoritas keamanan negara membenarkan bahwa Akhmad Chataev merupakan satu dari tiga tersangka yang tewas dalam operasi kontraterorisme di Tbilisi 22 November.
Juru Bicara Nino Giorgobiani mengatakan bahwa Chataev (37), warga negara Rusia keturunan Chechnya, meledakkan dirinya sementara para tersangka lainnya dilumpuhkan oleh otoritas keamanan.
Chataev teridentifikasi sebagai otak serangan terkait Daesh tersebut di Bandara Ataturk 28 Juni 2016. Serangan bom dan senjata api itu menewaskan 46 orang dan tiga pelaku penyerangan. Lebih dari 200 orang terluka dan seorang petugas keamanan tewas.
Polisi Georgia menyerbu persembunyian Chataev di sebuah blok apartemen setelah sempat bernegosiasi berjam-jam, kata Giorgobani, dilansir dari situs berita Agenda.ge.
Ia mengatakan bahwa otoritas AS membantu mengidentifikasi dua tersangka lainnya yang ikut tewas dalam operasi ini.
Otoritas keamanan mengatakan bahwa Chataev, yang kehilangan satu tangan dan satu kaki dalam sebuah konfrontasi dengan pasukan keamanan Georgia pada Agustus 2012, terdaftar sebagai seorang teroris oleh AS pada 2015 setelah merencanakan serangan yang menyasar AS dan Turki.
Pada 2015, ia telah mengunjungi sejumlah area yang dikendalikan oleh Daesh di Suriah dan Irak. Otoritas keamanan Turki mengidentifikasi Chataev sebagai dalang di balik serangan di Bandara Ataturk tahun lalu.[]Sumber:Anadolu Agency



