LHOKSEUMAWE – Para guru dan pelajar dari 24 SMAN, SMKN dan SLB se-Kota Lhokseumawe mendapatkan pelatihan dasar tentang siaga bencana yang dilakukan Dinas Pendidikan Aceh dibantu Yayasan Khadam Aceh. Kegiatan telah berlangsung lima hari, 1-5 Agustus 2017, di SMKN 2 Lhokseumawe.

Faisal dari Yayasan Khadam Aceh menyebutkan, kegiatan sosialisasi seputar bencana alam, pelatihan calon fasilitator bagi para guru, workshop kajian risiko bencana partisipatif dan penyusunan prosedur tetap kedaruratan bencana di sekolah, pelatihan pertolongan pertama bagi siswa, pembuatan media publikasi sekolah dan alat peraga dan simulasi evakuasi.

“Tujuan kegiatan ini menciptakan sekolah aman bencana. Kita sadar setelah bencana gempa besar di Pidie Jaya tahun lalu, banyak sekolah yang hancur. Lhokseumawe adalah titik daerah yang rawan gempa di Aceh. Jadi inisiasi sekolah aman bencana di kota ini sangat perlu kita lakukan untuk mengurangi risiko bencana ke depan,” jelas Faisal.

Ia menyebutkan, setelah kegiatan itu, targetnya 90 persen siswa dan guru paham soal penanggulangan bencana yang terjadi di sekolah. Kemudian tingkat kekhawatiran orang tua terhadap lembaga pendidikan semakin kecil.

“Hasil positif lainnya yaitu sekolah akan memiliki peta evakuasi, jalur evakuasi dan sekolah memiliki SOP dalam bertindak. Harapan kita sekolah yang sudah mendapatkan pelatihan ini akan menjadi model atau referensi sekolah siaga bencana di Indonesia,” pungkasnya.[]