LHOKSUKON  – Sepanjang tiga kilometer jalan dari Gampong Simpang Tiga hingga Gampong Paya Tukai, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara diblokir warga setempat, Sabtu, 20 Januari 2018. Aksi itu dilakukan karena warga kesal jalan yang sudah belasan tahun rusak parah di kawasan pedalaman tersebut tak kunjung diperbaiki.

“Saya tadi kebetulan melintas dan melihat jalan diblokir hingga jembatan Lueng Angen, tapi titik blokir terbanyak di Gampong Simpang Tiga. Batang pohon pinang, kayu, ranting hingga bebatuan diletakkan melintang di sepanjang jalan, mobil tidak bisa melintas,” ujar Syarkawi, 33 tahun, warga Gampong Rumoh Rayeuk, saat dihubungi portalsatu.com/ via telepon seluler.

Menurut Syarkawi, tindakan itu sangat wajar dilakukan warga, mengingat sudah tiga kali pergantian Gubernur Aceh, tapi jalan lintas Kecamatan Langkahan tidak ada yang memedulikan.

“Ini bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah. Sudah beberapa kali pergantian gubernur, namun jalan ini tidak ada yang melirik. Setiap tahun kerusakan semakin parah, lubang yang ada semakin menganga,” ucap Syarkawi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Edi Anwar via telepon seluler menyebutkan, jalan tersebut akan segera ditingkatkan pengaspalannya.

“Paket pertama peningkatan jalan Gampong Alue Ie Mirah, Langkahan dari dana Otonomi Khusus sebesar Rp1 miliar. Paket kedua, pengaspalan jalan Pantonlabu-Langkahan dengan anggaran Rp4 miliar dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK). Pembangunan jalan 2018,” kata Edi Anwar.[]