ACEH UTARA – Enam bulan pascabanjir bandang dahsyat melanda Aceh Utara pada akhir November 2025 lalu, transparansi mengenai pengelolaan dana bantuan dari pihak luar masih menjadi tanda tanya. Hingga kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara belum memaparkan secara terbuka jumlah dan perincian dana bantuan dari pemerintah daerah (Pemda) lain yang telah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Saat Pemkab Aceh Utara menggelar pertemuan bersama insan pers di Oproom Kantor Bupati, Landing, Lhoksukon, Selasa, 26 Mei 2026, data dana bantuan dari Pemda lain tidak dipaparkan. Berbeda dengan pertemuan pada 16 Februari 2026 lalu yang sempat menampilkan data kerusakan infrastruktur secara rinci melalui layar LED display, kali ini Pemkab juga tidak menampilkan perkembangan kondisi pascabanjir di layar tersebut.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (Ayahwa), didampingi Sekda Dayan Albar, Asisten I Setda Dr. Fauzan, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Fauzan, Kepala Dinas Kominfosa Halidi, dan Juru Bicara Pemkab Muntasir Ramli.
Usai kegiatan, saat dicecar pertanyaan oleh awak media mengenai total bantuan keuangan dari luar daerah yang telah diterima, Bupati Ayahwa enggan memberikan penjelasan rinci. Ia justru mengarahkan wartawan untuk menanyakan langsung hal tersebut ke Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).
“Jangan ditanya itu. Sudah saya bilang sebelumnya, coba ditanyakan sama Pak Nazar (Kepala BPKD Aceh Utara, Nazar Hidayat). Itu ada dari kabupaten mana saja semua tertera detail. Koordinasi terus dengan pihak keuangan, karena di sana mendetail sekali. Kalau saya sampaikan nanti dikhawatirkan ada yang keliru,” ujar Ayahwa, Selasa (26/5/2026).
Bantuan Simalungun untuk Lahan Huntap
Meski tidak merincikan seluruh bantuan, Ayahwa mengungkapkan salah satu donasi besar yang diterima berasal dari Pemerintah Kabupaten Simalungun dengan nilai fantastis sekitar Rp30 miliar. Dana ini rencanakan akan dialokasikan untuk penyediaan lahan bagi Huntap para pengungsi korban banjir.
“Termasuk kami ucapkan terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun, kita diberikan bantuan sekitar Rp30 miliar. Mungkin dengan dana tersebut kita akan membeli tanah untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) kepada korban banjir bandang yang kehilangan tempat tinggalnya,” ungkap Ayahwa.
Ayahwa menyebut pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir telah rampung dikerjakan. Saat ini, pemerintah fokus pada progres pembangunan hunian tetap dengan sokongan dari pemerintah pusat.
“Sedangkan untuk perbaikan tanggul irigasi, semuanya sudah ada anggarannya dan sedang ditender. Jadi sekarang lagi proses tender untuk seluruh sungai yang terdampak banjir bandang di Aceh Utara,” pungkas Ayahwa.[]
Baca Juga: Hampir Tiga Bulan Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Belum Umumkan Bantuan Dana Pemda Lain





