SUBULUSSALAM – Sebanyak 30 peserta pelatihan yang telah mengikuti program pembinaan selama 20 hari di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Subulussalam mendapat mesin jahit.

“30 peserta dapat mesin jahit, mereka telah mengikuti program pelatihan selama 20 hari di BLK,” kata Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs Salmaza MAP didampingi Kepala Dinas Disnakertrans, Adri SKM kepada portalsatu.com usai penyerahan mesin jahit di gedung BLK, Selasa, 14 Februari 2017.

Salmaza mengatakan dengan adanya bantuan mesin jahit ini bisa mengurangi angka pengangguran di kalangan perempuan di wilayah Kota Subulussalam. Ia berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik mungkin untuk membuka usaha kaum perempuan.

“Program ini akan mengurangi angka pengangguran, ibu rumah tangga (IRT) semakin giat berusaha sehingga menambah pendapatan ekonomi keluarga,” kata Salmaza.

Kepala Disnakertran, Adri SKM mengatakan program pelatihan menjahit ini atas usulan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Subulussalam, Hj Sartina SE M Si.

Sebanyak 30 peserta mewakili 5 kecamatan dalam wilayah Kota Subulussalam mengikuti pelatihan menjahit. Masing-masing peserta mendapat mesin jahit dan mesin obral. Sedangkan peringkat 1-12 hasil penilaian selama pelatihan juga mendapat mesin sirsak.

“Masing-masing peserta rata-rata dapat dua mesin, khusus untuk 12 orang peringkat terbaik mendapat tambahan mesin sirsak, jadi mereka dapat tiga,” kata mantan kepala dinas kesehatan ini.

Adri  yang juga mantan Asisten II Sekdako Subulussalam ini melanjutkan, bantuan mesin jahit itu menjadi hak milik peserta untuk mengembangkan usaha menjahit di daerah masing-masing.

“Mesin ini menjadi milik peserta, mereka bisa membuka usaha di kampung-kampung. Ini program 2016 dan baru bisa dibagikan sekarang, untuk tahun 2017 kita juga ada program pelatihan untuk 16 orang namun belum dianggarkan. Mudah-mudahan bisa ditampung  pada perubahan anggaran nanti,” katanya.

Penyerahan mesin jahit ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Subulussalam, Hj Sartina SE MSi, Wakil Ketua I DPRK, Hj Mariani Harahap dan sejumlah kepala dinas, badan dan kantor.[]