BLANGKEJEREN – Lampu merah (traffic light/lampu lalu lintas) Simpang Empat depan Pendopo Bupati Kota Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, padam alias mati total, Sabtu, 13 Februari 2021. Akibatnya, pengendara yang melintasi jalan itu kerap menghidupkan klakson lantaran nyaris bertabarakan dengan pengendara lainya.

Ali, salah satu pengendara, mengatakan lampu merah itu baru dibangun Pemerintah Gayo Lues akhir tahun 2020 lalu, tetapi kondisinya saat ini sering mati total hingga arus lalu lintas tak beraturan.

“Sebenarnya heran juga melihat kondisi lampu merah di Gayo Lues ini, karena baru saja diaktifkan oleh Pemda, kok hari ini hidup, seminggu lagi sudah mati lagi, hidup seminggu, kemudian minggu depanya mati lagi,” katanya.

Ali meminta pihak terkait selalu memantau lampu merah tersebut. Jika mengalami kerusakan atau gangguan sesegera mungkin diperbaiki sebelum jatuh korban kecelakaan lalu lintas di pusat kota Blangkejeren itu.

“Sebenarnya di Simpang Empat Lampu Merah itu sudah sering terjadi tabrakan. Setelah dipasang lampu merah, situasi arus lalu lintas menjadi tertib, pengendara sudah beraturan, tapi kalau mati lagi lampu merahnya kan bisa membahayakan pengendara lagi,” jelasnya.

Nopal, S.P., Kepala Dinas Perhubungan Gayo Lues, mengatakan lampu merah di pusat kota Blangkejeren mati lantaran pulsa listriknya habis. Untuk memastikanya, ia segera memerintahkan anggotanya untuk mengecek.

“Tidak rusak, itu pulsanya kami tanggulanggi sementara sebelum uang persedian (UP) keluar. Biasa satu minggu untuk pulsa lampu merah itu Rp100 ribu, dan sudah dari Desember 2020 kita talangi,” kata Nopal menjawab wartawan melalui pesan WhatsApp.[]