JAKARTA – Sebanyak 6.600 penari Ratoh Jaroe, memecahkan rekor MURI kategori jumlah penari terbanyak.

Ratoe Jaroe yang ditarikan oleh ribuan pelajar DKI Jakarta tersebut, dilaksanakan dalam rangkaian penutupan HUT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ke -41, di Jakarta, Minggu 24 April 2016.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, yang menghadiri acara pemecahan rekor MURI Ratoh Jaroe tersebut, tak kuasa menahan haru dan bangganya atas apa yang dilakukan oleh ribuan pelajar DKI.

“Ini sesuatu yang mengesankan bagi saya, karena tarian ini justru dibawakan oleh pelajar DKI,” kata Zaini, dalam siaran pers Humas Pemerintah Aceh.

Menurut Zaini, ragam budaya dan tarian Aceh, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari konsepsi dan batas Islam. Karena itu, lanjut Abu Doto, panggilan akrabnya, kebanyakan dari lirik nyanyian yang mengiringi lagu lagu yang berasal dari Aceh, kerap bernafaskan pesan moral dan ajaran Islam.

Penutupan HUT TMII ke-41 selain dihadiri puluhan ribu pengunjung, juga turut hadir Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. Dan seluruh jajaran SKPA Pemerintahan Aceh.

Zaini melanjutkan, Tari Ratoh Jaroe yang ditampilkan ini merupakan salah satu momen budaya kolosal di Indonesia karena melibatkan sekitar 6.600 penari.

Karena itu, Zaini mengatakan, pihaknya yakin seni tari ini akan sangat memikat, karena Tari Ratoh Jaroe merupakan salah satu tarian yang menuntut gerakan cepat dan kekompakan dari semua penarinya.

Tari ini masih sering ditampilkan dalam berbagai even di Aceh, antara lain pada acara pernikahan, kenduri rakyat, penyambutan tamu dan sebagainya.

Sama halnya dengan Tari Saman, Tari Ratoh Jaroe juga telah mendunia. Para mahasiswa di Eropa, Jepang dan Amerika banyak yang mempelajari tarian ini untuk dipertontonkan di depan publik. Bahkan mereka sampai-sampai mengundang pelatih tari dari Aceh untuk dapat mempelajari tarian ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Aceh juga langsung mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), yang diserahkan oleh perwakilan dari lembaga tersebut.

Anugerah yang diberikan MURI bertepatan dengan ulang tahun ke 76 Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang jatuh pada, Minggu, 24 April 2016. Dan bahkan, Ketua MPR RI saat berpidato dalam pergelaran tari Ratoh Jaroe itu, memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Abu Doto, panggilan akrab Gubernur Aceh.

Sementara itu, Dek Gam, koreografer Tari Ratoh Jaroe menerangkan, tarian ini pertama kali ia perkenalkan kepada masyarakat di Jakarta, dan mendapatkan perhatian yang luas dari dari kalangan pelajar.

Sementara itu, Tari Ratoh Jaroe sendiri, kata Dek Gam, merupakan seni tari urban, dan justru berkembang dan menjadi terkenal di Jakarta, dan saat ini telah menjadi salah satu ekstra kurikuler wajib pelajar di DKI, jelasnya.

Jadi, terang Dek Gam, Tari Ratoh Jaroe telah berkembang di Jakarta, sebagai salah satu model tradisi seni tari yang kerap diperlombakan antar sekolah di ibukota ini.

“Tahun 2001 tarian ini berkembang, dan justru lebih di kenal di Jakarta daripada di Aceh,” tukasnya.

Salah seorang penari, Mayang Hidayah Putri, 16, yang merupakan pelajar SMAN 86 DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa, ia sangat menyukai jenis tari Ratoh Jaroe, apalagi dibawakan beramai-ramai dengan ribuan pelajar lainnya.

Untuk persiapan pemecahan rekor MURI ini sendiri, kata Mayang, ia dan kawannya melakukan persiapan selama satu bulan lebih, dan ia ingin tampil maksimal agar dapat tampil baik di acara tersebut.[] (rel)