LHOKSEUMAWE – Warga etnis Rohingya yang menggunakan perahu terdampar di perairan Aceh. Kali ini sebanyak 76 orang terdampar di pesisir Pantai Kuala Raja, Kabupaten Bireuen, Jumat, 20 April 2018, sekitar pukul 14.30 WIB.

Informasi diterima portalsatu.com/ dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Muhammad Nasir, S.P., M.S.M., kapal yang mengangkut pengungsi Rohingya pertama kali dilihat oleh nelayan yang  mencari ikan. Nelayan melihat banyak manusia di dalamnya, setelah diketahui itu Rohingya, kapal tersebut diarahkan ke darat.

“Ditemukan nelayan di tengah laut, kapal Rohingya itu dalam kondisi baik dan tidak ada rusak mesin, kemudian diarahkan ke darat oleh nelayan agar bisa diberikan bantuan,” jelas Muhammad Nasir.

Data sementara, jumlah pengungsi 76 orang terdiri dari 43 laki-laki dewasa, 25 wanita dan 8 anak-anak. Setelah mendapatkan makanan bantuan dari warga sekitar dan pemerintah, para pengungsi diangkut dengan kendaraan Satpol PP setempat ke Kompleks Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cot Gapu.

Sebelum dibawa ke SKB, pengungsi juga diberikan tindakan medis pertama oleh tim medis dari Dinkes setempat. Tujuh pengungsi menderita dehidrasi berat dan dua di antaranya juga mengalami sesak nafas dan harus diberi rawatan lanjutan.

Muhammad Nasir melaporkan, sejumlah perangkat Muspida Bireuen hadir di lokasi di Kuala Raja, termasuk Bupati Saifannur.

“Untuk tindakan selanjutnya, kita masih menunggu pihak imigrasi yang sedang meluncur dari Lhokseumawe,” pungkasnya.[]