BANDA ACEH – Real Estate Indonesia (REI) Aceh mengadakan pameran perumahan terbesar dan terlengkap di Aceh yang diikuti oleh puluhan pengembang lokal se-Aceh dan Kota Medan, di Suzuya Mall, pada 8-10 Desember 2017 mendatang.
“Pemeran REI Aceh Exspo 2017 ini merupakan kegiatan tahunan REI Aceh untuk menyampaikan perkembangan informasi tentang perkembangan perumahan yang telah ada di Aceh, yang dibangun oleh pengusaha real estate Aceh,” kata ketua REI Aceh, Noval, saat menggelar konferensi pers di kantornya.
Menurutnya, pengusaha real estate Aceh sudah banyak membangun perumahan yang komersil dan bersubsidi di Aceh, tercatat tahun ini ada ada sebesar 4500 unit rumah bersubsidi dan sebanyak 1500 unit rumah komersil.
“Itu rata-rata sudah terjual, meskipun ada yang sedang dalam tahap pembangunan, pasar kita yang paling besar ada di Banda Aceh sama Aceh Besar,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan rumah yang bersubsidi tahun ini sangat besar dibanding komersil, kerena pelanggan banyak yang lari ke subsidi, sehingga kali ini kesempatan besar bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah murah.
“Pemerintah memberikan subsidi, bantuan cuma-cuma bagi masyarakat yang memiliki pendapatannya tidak lebih dari 4 juta,” kata Noval.
Dalam pameran nanti, lanjut Noval, akan ada harga khusus, diberikan diskon di dalam acara pameran tersebut oleh 30 pengusaha developer lokal dan regional.
“Kami imbau kepada masyarakat karena ada harga kusus, harga tutup buku akhir tahun, mungkin dengan teknik dan strategi masing-masing developer, dan sesama developer mari bersaing dengan sehat,” katanya.
Menurutnya, pembangunan perumahan tersebut tersebar di banyak titik. Untuk wilayah Banda Aceh atau di perkotaan dibangun perumahan komersil dengan tipe 70 sampai tipe 80. Sementara untuk rumah bersubsidi, kata dia, pembangunannya terletak di kawasan Aceh Besar, dan termasuk hampir di 23 Kabupaten lainnya, dengan tipe 36.
“Perumahan bersubsidi tersebut dibangun di pinggir Kota Banda Aceh, terletak di kawasan Aceh Besar, karena di sana masih ada lahan yang murah. Kalau di kawasan kota itu komersil karena tanahnya mahal dan strategis dekat dengan kota,” kata Noval.
Pihaknya bangga dapat membangun rumah bersubsidi karena murah.
“Aspek kualitas kita perhatikan, di Aceh terbaik di Indonesia, kami mengambil resiko untuk memberi yang terbaik kepada pelanggan,” katanya.
Ia mengatakan, pelanggan yang paling berminat untuk rumah subsidi tersebut beragam, ada PNS, dan juga masyarakat yang punya penghasilan tetap, karyawan swasta, atau pegawai kontrak. Persyaratannya juga sederhana, seperti surat keterangan belum memiliki rumah yang dikeluarkan oleh geuchik, gaji tidak lebih dari Rp4 juta untuk PNS, bagi swasta bebas, tidak perlu jaminan.
“Karena jaminannya rumah tersebut, mereka dibuktikan dengan slip gaji, dan memiliki NPWP, sementara ini harga rumah bersubsidi sekitar Rp123 juta, kalau kredit selama 20 tahun, angsurannya Rp800 ribu, kalau tanah lebih dari bidang 70 meter kubik, harganya disesuaikan lagi,” katanya.
Menurutnya, di tempat lain, Bank daerahnya sudah membantu Kredit Perumahan Rakyat (KPR), tapi untuk bank di Aceh belum melayani KPR.
“Kami sudah memberikan masukan ke Bank Aceh, agar pelanggan lebih mudah, sementara ini REI Aceh didukung oleh Bank BTN, Mandiri dan BNI, yang mendukung REI Aceh, khusus subsidi dengan BTN, dalam pameran nanti ditargetkan teman-teman developer bisa menjual sebanyak mungkin,” katanya.[]



