LHOKSUKON – Sebanyak 81 panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dan 852 pengawas pemilu gampong (PPG) se-Aceh Utara mengikuti rapat konsolidasi dan apel siaga yang diselenggarakan di GOR Kecamatan Lhoksukon, Minggu, 23 Desember 2018. Acara tersebut dilaksanakan Panwaslu Aceh Utara.
“Keberadaan PPG dapat berperan penting untuk mengawal tahapan pemilu. Tujuan kegiatan hari ini untuk menggelar rapat konsolidasi. Kita sudah siap mengawasi Pemilu 2019. Logistik sudah masuk di level kabupaten. Mungkin di awal bulan Maret didistribusikan ke kecamatan, minimal tiga hari sebelum hari 'H'. Nantinya PPG akan memverifikasi jumlah logistik yang sesuai kebutuhan,” ujar Ketua Panwaslu Aceh Utara, Yusriadi dalam kata sambutannya.
Pada tahapan kampanye, lanjutnya, kampanye rapat umum harus dapat diawasi. Untuk mengawasi tahapan kampanye itu membutuhkan konsepsi dan energi dari semua pelaksana pemilu. “Visi kita ingin mewujudkan pemilu yang bermartabat dan integritas, itu ada di tangan kita. Nilai-nilai itu harus dimiliki oleh pengawas pemilu. Bicara tentang integritas itu bicara tentang keadilan,” kata Yusriadi.
Kepada Panwascam dan PPG yang hadir, Yusriadi mengingatkan agar tetap pendirian dan memegang teguh tanggung jawab dan tugas yang diemban sesuai aturan yang berlaku.
“Jangan pernah kita digoda dan jangan pernah kita menggoda. Kita bisa tersenyum dengan siapa saja karena kita berada dalam posisi netral. Jumlah surat suara dan suara bisa bertambah jika tidak ada keterlibatan pengawasan kita. Jangan buat peserta politik ‘teuade’ karena penyelenggara pemilu tidak netral. Demikianlah arahan kami, agar dapat bermanfaat,” ucap Yusri mengakhiri.
Sebelumnya, Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kapolsek Lhoksukon AKP Teguh Yano Budi dalam sambutannya mengajak semua pelaksana dan peserta pemilu untuk menghindari meneruskan hoaks.
“Hindari meneruskan berita hoaks, jika ada berita tidak benar atau bohong yang masuk ke rekan-rekan jangan dikirim atau diteruskan kepada orang lain lagi. Rekan-rekan tidak perlu memikirkan siapa menang siapa kalah, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana mengamankan kertas suara jangan sampai rusak apalagi lenyap,” kata Teguh.
Polri – TNI siap menjaga pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. “Rekan-rekan jangan meragukan kami, karena Polri itu netral dan tidak memihak siapa pun. Paling penting, rekan-rekan harus teguh pendirian, jangan sampai nantinya malah jadi pelaku yang diperiksa pihak kepolisian. Lakukan tugas dan tanggung jawab sesuai aturan UU yang berlaku. Jika ada yang intimidasi, sampaikan atau laporkan kepada polisi, kami akan tindak tegas. Siapapun yang terpilih sebagai presiden atau wakil rakyat, tetap kita dukung,” pungkas AKP Teguh.[]



