Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNews9 Kasus Demam...

9 Kasus Demam Berdarah Ditemukan di Sabang

BANDA ACEH – Ditemukannya sembilan kasus demam berdarah di Kota Sabang membuat Dinas Kesehatan Kota Sabang melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah lokasi yang dianggap sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang, Zulkifli A. Gani, kepada portalsatu.com kemarin mengatakan, dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut, pihaknya terus melakukan pemantauan dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Untuk program banyak melalui penyuluhan, tapi untuk kita lakukan fogging ini kalau dinyatakan tempat tersebut positif DBD. Ini merupakan kerja sama kami dengan rumah sakit umum,” kata Zulkifli saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 2 Februari 2016.

Lebih rinci ia mengatakan, dari sembilan kasus demam berdarah yang terjadi di Sabang pada 2016 ini, enam korban yang terjangkit penyakit tersebut merupakan bayi dan balita, usia antara satu hingga lima tahun. Tiga kasus lainnya berusia antara 9 – 26 tahun.

“Kami dapati di kampung Kuta Barat umur 3,5 tahun, di Cot Ba’u ada lima kasus. Ini bervariasi umurnya, kebanyakan di bawah umur. Artinya 3,5 tahun, 5 tahun, 3 tahun, 1 tahun, sedangkan yang tiga ini ada 17 tahun, 9 tahun dan 26 tahun,” katanya.

Zulkifli juga mengajak masyarakat untuk lebih memerhatikan kebersihan lingkungan mulai dari area sekitar rumah, yang sering dianggap sepele.

“Itu tempat- tempat menggantung pakaian, tempat penampungan air dan sebagainya. Hal itu pemicu berkembangnya jentik nyamuk, tapi kita sering anggap sepele,” ujarnya.[](ihn).

Baca juga: