BERLIN –  Sembilan dari sepuluh orang yang tewas dalam serangan bom bunuh diri di distrik wisata Istanbul, Turki, pada Selasa kemarin adalah turis asal Jerman. 

Ledakan melanda distrik Sultanahmet di dekat Masjid Biru, sebuah situs wisata sejarah ternama yang dikunjungi ribuan turis domestik dan internasional pada setiap harinya. 

“Terorisme internasional kembali menunjukkan wajahnya yang kejam dan tidak manusiawi,” kata Kanselir Jerman Angela Merkel dalam konferensi pers Berlin, seperti dilansir Politico, Rabu 13 Januari 2016. 

“Teroris adalah musuh semua orang. Mereka musuh kemanusiaan, baik itu di Suriah atau Turki, baik itu di Prancis atau Jerman,” sambung dia. 

Kementerian Luar Negeri Peru mengonfirmasi salah satu warganya tewas dalam ledakan di Sultanahmet. Ledakan juga melukai 15 orang lainnya, di antaranya sembilan turis Jerman dan satu dari Norwegia. 

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu memastikan pelaku bom bunuh diri di Sultanahmet adalah warga asing yang merupakan anggota kelompok militan Islamic State (ISIS) yang disebut deash. 

Pelaku diyakini memasuki Turki dari Suriah. Dia tidak dicurigai karena tidak masuk dalam daftar terduga militan. Terdapat beberapa laporan yang belum dapat dikonfirmasi bahwa pelaku adalah kelahiran Arab Saudi. 

ISIS tidak mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman ini, namun diyakini juga berada di balik dua serangan besar di Turki dalam enam bulan terakhir.[]

Sumber: metrotvnews.com