KOTA BAKTI – Perkumpulan pelajar dari berbagai dayah yang tersebar di Aceh di bawah payung IPPES mengadakan tabligh akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad saw., di Masjid Istiqamah Kota Bakti, Pidie, Minggu, 11 Desember 2016.

“Peringatan maulid nabi tahun ini, kami mengisinya dengan shalawat dan pengajian umum dengan pemateri dua tokoh ulama Aceh Teungku H. Helmi Imran, M.A., atau Aba Nisam dan Teungku Mahfud Muhammad, M.A., atau Abaya Ulee Glee,” ujar Teungku Mukhlisuddin Marzuki, M.A., panitia kegiatan itu, Minggu malam.

Mukhlisuddin Marzuki menyebut ribuan warga antusias  bershalawat, dan menyimak pengajian diselingi tanya jawab.

Dalam tabligh akbar tersebut, Aba Nisam dan Abaya Ulee Glee menjelaskan berbagai fenomena dan permasalahan kekinian di tengah masyarakat. Di antaranya tentang kenduri maulid yang dianggap ajaran menyimpang dari syariat oleh sebagian masyarakat.

Abaya Ulee Glee menjelaskan, kenduri maulid itu bagian dari ibadah untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad saw. Ia menyebut tidak tepat jika mengharamkan kenduri maulid dengan alasan menghamburkan harta. Sebab kenduri itu adalah sedekah untuk mengharapkan pahala dari Allah. 

Sementara Aba Nisam menjelaskan, pesijuek itu berasal dari praktik Rasulullah saw., saat pernikahan Saidina Ali dan Fatimah. Penggunaan media pesijuek semisal air, beras, garam, dan lainnya semata karena “tafaul” (mengharap kebaikan di masa akan datang).

Juga dijelaskan mengenai hukum mempercayai firasat gempa dibolehkan jika berpedoman bahwa yang menciptakan segala akibat firasat gempa tersebut semata hanya Allah, bukan oleh gempa.[]

Penulis: Helmi Abu Bakar El-Langkawi