SUBULUSSALAM – Masyarakat Kampung Dah, dan Sibuasan, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, mengeluhkan abrasi yang terus terjadi sehingga mengancam pemukiman penduduk. Pasalnya, aliran sungai semakin dekat dengan rumah warga, hanya berjarak beberapa meter.
Abrasi juga mengancam jembatan Dah menghubungkan Rundeng menuju Sultan Daulat yang saat ini sedang proses pembangunan. Jika tidak ditanggulangi dengan pembangunan beronjong penahan tebing, abrasi terus mengikis menggerus tebing hingga sampai ke abutment jembatan.
Kondisi abrasi ini langsung disaksikan anggota DPRA Dapil IX yang juga Sekretaris DPW PAN Aceh, Irfannusir, S.Ag., didampingi anggota DPRK Subulussalam, Bahagia Maha.
Mereka turun ke lapangan melihat abrasi yang mengancam pemukiman warga, termasuk jembatan Dah berpotensi ambruk akibat abrasi jika tidak segera dibangun beronjong.
“Saya lihat tebing terus terkikis akibat abrasi, ini kalau tidak segera ditangani dengan beronjong, maka pembangunan jembatan ini akan sia-sia, nantinya akan ambruk juga,” kata Irfannusir kepada portalsatu.com di sela-sela meninjau kondisi abrasi di Desa Dah dan Desa Sibuasan, Kecamatan Rundeng, Jumat, 20 Desember 2019.

(Anggota DPRA Irfannusir didampingi anggota DPRK Subulussalam meninjau lokasi abrasi di Desa Sibuasan, Rundeng. Foto Sudirman)
Ia mengatakan, aspirasi masyarakat Kampong Dah, agar dibangun beronjong penahan tebing, sekaligus mengamankan pondasi jembatan agar tidak ambruk ke dasar sungai, menjadi prioritas karena ini bersifat emergency. Aspirasi warga ini akan diperjuangkan melalui Fraksi PAN di DPRA untuk disampaikan kepada Gubernur Aceh.
“Ini jelas prioritas karena emergency, harus dibangun beronjong penahan tebing, kalau tidak percuma jembatan ini nanti,” kata Irfannusir didampingi Bahagia Maha.
Anggota DPRK Subulussalam, Bahagia Maha mengatakan kehadiran Sekjen PAN Aceh, Irfannusir sebagai bentuk keseriusan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dibangun beronjong penahan tebing di Kecamatan Rundeng, khususnya Desa Dah dan Sibuasan yang menjadi prioritas utama.
Dalam pertemuan dengan masyarakat di sana, Kepala Desa Dah, Dagar Pardosi, mengusulkan pembangunan beronjong sekitar 1,5 kilometer. Begitu juga Kades Sibuasan, Sarbaini meminta dibangun beronjong sekitar 1,5 kilometer karena jarak sungai sudah sangat dekat dengan rumah warga.[]




