Taufik Sentana
Ranting ranting rinduku yang patah, kini menjulur langkah menyisakan arah berpijak. Ada desau angin di ujung kemarau, debu debu menimpa penat tubuh. Aku ingin rebah dan berbaring sambil menatap kelopak bunga.
Pecahan hujan belum menjadi nyanyian. Rumput rumput liar muncul-menjalar di sela sela jari kaki. Ada suara parau di ujung jalan, yang meredam detak jantung dan memantulkan risau seorang lelaki.
Aku ingin sekali merobek bayang bayang di benakku. Membiarkannya terserak di halaman rumah, sambil kuhela nafas dari balik jendela tua.[]
*Dari Kumpulan Seni Menikmati Hidup, 2016.
Sedang merampungkan Buku Puisi Password Kebahagiaan”


