Abu Lueng Ie
Engkau lampu hidup kami
Engkau penerang kalbu dan jiwa kami
Engkaulah sang samudera makrifah
Menghantarkan kami karam menuju ilahi
Abu Lueng Ie
Cahaya dirimu menerangi bumi ini
Engkaulah sosok pahlawan tarekat
Siap menerkam musuh Aswaja
Siapa pun walau Wahabi
dan mubtadi' sekalipun
Dengan kelembutan dan bilhikmah
Abu Lueng Ie
Engkau sang “Wali” penakluk Aceh
Telah menyemat paku dunia dan isinya
Telah menghidupkan jiwa yang tertidur
Dengan percikan ilmu dan zikrullah
Menghidupkan hati ala Naqsyabandiah
Abu Lueng Ie
Kelembutan tanganmu menanamkan tawadhu
Lisanmu menundukkan musuh juga hewan
Tingkah dan akhlakmu menjadi tauladan
Suluk & tawajuhmu senjata pamungkas
Tuk meredam nafsu lawwamah
Abu Lueng Ie
Biarpun ragamu terbaring sakit
Namun jiwa dan rabitahmu masih gigih
Memperjuangkan Aswaja & Naqsyabandi
Lelehan keringatmu bukti beratnya perjuangan
Lelahmu tak pernah engkau hiraukan
Semangatmu pantang engkau surutkan
Abu Lueng Ie
Engkaulah laksana hujan
Saat kemarau panjang di tandus
Engkaulah pendingin saat kepanasan
Engkaulah cahaya saat kegelapan
Abu Lueng Ie
Bukankah engkau pernah berpesan?
Beurangkapat, beurangkapeu,
“Seumebuet dan tarekat naqsyabandi beuheudep di bumoe aulia”
Itulah di antara sepenggal pesan
Yang tak pernah hilang
Melekat dalam ingatan anak rohani
Abu Lueng Ie
Walau engkau al-mursyid telah tiada,
semangatmu tetap terjaga
Rohaniah dan rabitah selalu hadir
Di taman surga Lueng Ie
Abu Lueng Ie
Ya Rabb…
Ya Ilahi…
Muliakanlah Mursyid kami..
Abu Usman Al-Fauzi Lueng Ie
Abu Lueng Ie
Ya Rabb
Tempatkanlah Abu Kami
Dalam syurga Firdaus
Turunkanlah
Keberkahannya kepada kami
Jadikanlah kami sebagai penerus perjuangan beliau
Abu Lueng Ie
Tiada kata yang Indah
Selain doa dari kami
Tersanjung tuk mursyid kami
Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu..
Amiin..
*Gunung Seulawah, Keheningan Malam, 27 Rabiul Tsani 1439 H (15/1/2018)




