SIGLI – Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik), “melabrak” Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pidie yang dinilai kerjanya hanya menunggu di kantor. Sementara di lapangan banyak informasi tentang kebutuhan masyarakat yang tidak diketahui.

Kadis Kominfo bek kerja cuma preh di kanto dan bek pike hanya kerja pasang spanduk bak acara MTQ yang kalheuh. Bek sangka lheuh acaranyan kabeh (Kadis Kominfo jangan kerja hanya menunggu di kantor dan jangan berpikir hanya kerja pasang spanduk seperti acara MTQ yang lalu. Jangan sangka habis acara itu sudah selesai),” kata Abusyik di Aula Dinas Kominfo Pidie, Kamis, 17 Oktober 2019.

Peringatan keras itu dilontarkan Abusyik dalam sambutannya di hadapan para kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) dan tamu undangan yang hadir pada acara pelantikan Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Abusyik menyebut selama ini pejabat hanya menunggu dan bersantai di kantor, tidak tahu apa yang semestinya dikerjakan. Sementara berbagai persoalan terjadi di tengah masyarakat tidak diketahui. Padahal, tugas dinas terkait untuk mengetahui informasi keluhan masyarakat agar dapat mengambil langkah penanggulangan.

“Mulai saat ini saya minta kepada kadis benar-benar bekerja melayani masyarakat sesuai tupoksi masing-masing. Kerja sama antardinas sangat diperlukan untuk menjawab persoalan di masyarakat,” tegas Abusyik.

Abusyik memberi contoh banyaknya persoalan di tengah masyarakat terkait kesehatan, semestinya harus ada data dari Dinas Kominfo untuk diteruskan kepada Dinas Kesehatan agar mengetahui penyebabnya. “Jika (misalnya) penyebabnya dari racun pestisida maka Dinas Pertanian harus mencari jalan keluar, termasuk melakukan penyelidikan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan,” ucapnya.

Pantauan portalsatu.com/, wajah Kadis Kominfo, M. Hasan Yahya, terlihat kecut dan mengangguk-anggukan kepala saat mendengarkan teguran Abusyik.[]

Penulis: Zamah Sari