SIGLI – Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) meminta seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie tidak lagi melayani preman. Kata dia, dirinya bukan bupati preman atau milik kelompok tertentu, tetapi milik rakyat Pidie.
Pernyataan itu diungkapkan Abusyik saat audiensi dengan paramedis dan manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSU Chik Di Tiro, Sigli, Selasa, 25 Juli 2017, di ruang aula RSU.
Masa transisi sudah berakhir, sekarang sudah bupati baru. Jadi bekerja juga dengan semangat baru tanpa takut. Ke depan tidak ada lagi preman di semua dinas. Jangan takut, bekerjalah dengan jujur, kata Abusyik dalam sambutannya.
Dalam audiensi dihadiri Direktur RSU Sigli, drg. Muhammad Ridha Faisal dan dua Wadir RSU itu, Abusyik mewanti-wanti agar pelayanan kesehatan bagi pasien ditingkatkan, sehingga masyarakat yang berobat ke RS pemerintah merasa puas.
Paramedis dan manajemen dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat senantiasa mengedepankan prinsip 3S (Senyum, Sapa dan Salam). Jika prinsip itu diterapkan, insya Allah, warga yang berobat akan merasa nyaman dan puas, ujar Bupati Pidie yang sudah dua kali berkunjung ke RSU Sigli sejak dilantik.
Abusyik meminta pihak manajemen RSU untuk membuat aturan dan ditempel di setiap ruangan untuk dijalankan bersama. “Itu semua kita lakukan agar persoalan layanan yang selama ini diperbincangkan warga dapat teratasi,” katanya.[]


