SIGLI – Progres administrasi anggaran di Kabupaten Pidie sedang tidak baik-baik saja. Hingga memasuki bulan kelima tahun anggaran 2026, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) masih jauh dari target.

Tercatat, baru 93 dari total 730 gampong (desa) yang dinyatakan siap secara administrasi. Artinya, masih ada 637 desa yang terancam terlambat menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik akibat kendala dokumen.

Ironisnya, kendala ini bukan karena ketiadaan anggaran. Kepala DPMG Pidie, Wahidin, mengungkapkan dana desa tahap pertama sebesar 40 persen sebenarnya sudah tersedia di Rekening Kas Umum Gampong (RKUG) masing-masing desa. Namun, uang tersebut “membeku” dan belum bisa ditarik sebelum proses posting dokumen APBG tuntas.

“Begitu dokumen APBG selesai diposting, dana bisa langsung ditarik. Kami minta para Keuchik segera melengkapi dokumen dan mempercepat pengajuan agar tidak menghambat pencairan,” tegas Wahidin, Selasa, 5 Mei 2026.

Ketimpangan Antar-Kecamatan

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Pidie, capaian administrasi ini menunjukkan ketimpangan yang mencolok antarwilayah. Kecamatan Kembang Tanjong menjadi yang terdepan dengan 27 gampong yang tuntas, disusul Tangse (21),  Simpang Tiga (14), Mutiara Timur (10), Sakti (9), serta Indrajaya dan Muara Tiga masing-masing 5 gampong.

Adapun Kecamatan Pidie dan Mila masing-masing baru satu gampong. Di sisi lain, kondisi memprihatinkan terlihat di 14 kecamatan lainnya yang hingga kini belum mencatatkan satu pun gampong yang merampungkan posting APBG.

Kabid Pembinaan Pemerintahan Mukim dan Gampong (PPMG) DPMG Pidie, Safriadi, menyebut sebagian besar desa sebenarnya sudah mengajukan dokumen, namun masih tertahan dalam proses verifikasi. “Banyak yang masih dalam tahap checklist di DPMG atau pemeriksaan di tingkat kecamatan,” jelasnya.

Keterlambatan ini menjadi alarm bagi pemerintah desa. Jika administrasi terus molor, warga desa dipastikan menjadi pihak yang paling dirugikan karena tertundanya berbagai agenda pembangunan di tingkat akar rumput.[]