SUBULUSSALAM – Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh melaksanakan kegiatan Sistem Penjamin Mutu Eksternal (SPME) berlangsung sejak 7-10 Desember di Hotel Hermes Palace Banda Aceh.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur LPMP Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Ketua MPD (Majelis Pendidikan Daerah), para Kepala Dinas Pendidikan, para Koordinator Pengawas dan Kepala Sekretariat MPD 23 kabupaten/kota se -Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Kota Subulussalam, H. Sairun, S.Ag., dan Ketua MPD Kota Subulussalam, Jaminuddin Berutu turut menjadi narasumber dalam kegiatan SPME tersebut.

(Peserta SPME dari LPMP Aceh, Disdikbud dan MPD kabupaten/kota. Foto istimewa)

Kepala Disdikbud Kota Subulussalam, Sairun mengatakan LPMP Aceh mengapresiasi Pemko Subulussalam di bawah kepemimpinan H. Affan Alfian Bintang, S.E., dan Drs. Salmaza, M.A.P., melalui kerja sama Disdikbud dan MPD me-launching dua sekolah pilot project SDN 1 Subulussalam dan SMPN 1 Simpang Kiri sebagai penjamin mutu pendidikan.

Program tersebut terwujud atas kerja sama MPD dan Disdikbud Kota Subulussalam serta hubungan selalu harmonis dan singkron dalam mengambil kebijakan pendidikan. Maka dalam pertemuan acara SPME di Banda Aceh, Ketua MPD Kota Subulussalam Jaminuddin Berutu dan Kepala Disdikbud Sairun mengangkat tema “Sinkronisasi dan Harmonisasi MPD dengan Dinas Pendidikan.

Jaminuddin mengatakan, tema ini menarik diangkat di hadapan LPMP Aceh karena nyaris seluruh kabupaten/kota se-Aceh melihat dua lembaga ini kurang harmonisasi dan sinkronisasi selama ini. 

“Sehingga harus diangkat dalam pertemuan yang dihadiri oleh para pejabat Aceh mewakili kabupaten/kota yang hadir dalam acara tersebut,” kata Jaminuddin.

Bahkan, kata Jaminuddin, menurut LPMP Aceh di hadapan para tokoh pendidikan, mengatakan dalam hal sinkronisasi dan harmonisasi antara MPD dan Dinas Pendidikan, Kota Subulussalam bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya.[]