JAKARTA – Pemerintah Aceh mendapat penghargaan terbaik dalam memberikan pelayan Keluarga Berencana (KB) tahun 2020 dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). 

Aceh mampu mendapat peringkat petama terbaik piagam penghargaan pelayanan KB serentak sejuta akseptor, karena memberikan layanan dengan alat kontrasepsi yang baik. 

Penghargaan diserahkan Kepala BKKBN pusat dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K), diterima Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, M.T., melalui video conference, di Jakarta, Jumat 24 Juli 2020 itu, dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-27 itu. 

Penghargaan kedua diperoleh Provinsi Sulawesi Tengah, dan ketiga diraih Kalimantan Tengah. 

Kepala BKKBN pusat Hasto Wardoyo mengucapkan, terima kasih kepada Pemerintah Aceh, yang sudah memberikan pelayanan terbaik terkait keluarga berencana. “Karena sudah memberi respons yang sangat baik untuk retrebusi tentang pelayanan kontrasepsi di daerah itu bisa dibebaskan,” kata Hasto. 

Apalagi, menurutnya, program keluarga berencana harus ada pelayanan khusus dalam rangka pembangunan nasional. “Hal ini sesuai dengan termuat dalam Undang-undang (UU) Nomor 52 tahun 2009 serta perkembangan kependudukan dan perkembangan keluarga,” sebutnya. 

Ia menambahkan, itu tercantum dalam pasal 23, pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib meningkatkan akses dan kualitas informasi, juga pelayanan kontrasepsi. 

“Khusus untuk pelayanan kontrasepsi. UU ini mengamanatkan agar keamanan dan jangkauan, jaminan kerahasiaan serta ketersediaan alat dan obat, secara kontrasepsi yang bermutu, wajib ditingkatkan seiring dengan penguatan kualitas sember daya manusia,” katanya. 

Hal itu juga seperti dalam visi-misi BKKBN dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan warga yang berkualitas. “Oleh karena itu melalui kegiatan yang terkait dengan kontrasepsi ini BKKBN di dalam periode 2020-2024 harus mencapai menurunkan total fertility rate (angka kelahiran total) sampai diangka 2,26 tahun 2020,” katanya. 

Selanjutnya, tambah Hasto, pada 2024 nanti akan dicapai 2,1 persen. “Untuk itu, harus diperhatikan beberapa hal yang jadi perhatian khusus,” katanya. 

Ia menyebutkan, meliputi persentase jumlah pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi dengan menargetkan 61 persen lebih. Dalam hal ini, ia meminta kepada Gubernur, bupati/walikota, bagi mereka yang sudah dan tidak ingin hamil lagi, bisa dilayani dengan alat kontrasepsi dengan baik.

Sementara, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama hingga Pemerintah Aceh mendapatkan penghargaan terbaik dalam memberikan pelayanan Keluarga Berencana (KB) tahun 2020 (juara 1).

“Atas penghargaan ini, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras sehingga Aceh mendapatkan penghargaan Juara 1, terutama kepada bupati, walikota dan BKKBN Provinsi Aceh,” jelasnya.

Nova yakin, kerja sama seluruh stakeholder tersebut akan membawa harum nama Aceh, sehingga Aceh terus mengukir prestasi disemua lini, harap nova.[](rilis)