Dalam rapat tersebut diputuskan membentuk sebuah panitia dengan nama Badan Perancang Pembentukan Tentera Nasional Indonesia, yang berkewajiban menyusun rencana pembentukan badan tersebut. Panitia ini diketuai Kolonel S Surjosurarso dan didampingi lima orang pembantu yang terdiri dari Mayor Tituler Ali Hasjmy, Mayor Tituler Hasan Aly, Letnan Kolonel Tituler Sutikno Padmo Sumarto, Letnan Kolonel Tituler Tgk Abdulwahab dan Jenderal Mayor Tituler Tgk Amir Husin al Mudjahid.
Rapat pembentukan TNI tersebut juga dihadiri Komando Divisi X TRI yang diwakili Kolonel Hoesin Joesoef, Divisi Tgk Chik di Tiro yang diwakili Tjek Mat Rahmany, Divisi Rencong diwakili Nyak Neh, Divisi Tgk Chik Paya Bakong diwakili Adjadmusi dan Divisi Hisbullah diwakili Zainal Arifin Abbas.
Pada hari yang sama sebuah pesawat terbang bomber dan sebuah pesawat pemburu Belanda menembaki lapangan terbang Lhoknga dengan senapan mesin sambil menjatuhkan bom dan granat. Beberapa bangunan terkena tembakan, sedangkan kubu meriam besar di atas bukit yang menjadi sasaran penyerangan tersebut, luput. Mendapat tembakan balasan bertubi-tubi dari berbagai penjuru lapangan, kedua kapal terbang itu akhirnya menghilang.
Meski Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) telah membentuk Komisi Tiga Negara untuk mengawasi pelaksanaan penghentian tembak menembak dan mencari penyelesaian sengketa secara damai antara Indonesia dan Belanda, tetapi tentara Belanda tetap melakukan serangan ke beberapa daerah Aceh, baik melalui serangan laut dan udara.
Sementara di front pertempuran Sumatera Timur tidak jauh dari perbatasan Aceh, pasukan Belanda berusaha untuk maju dan berusa masuk ke Aceh. Pejuang-pejuang dari Aceh yang membangun pertahanan di sana terus-menerus terlibat dalam pertempuran.
Sementara pada hari yang sama dimulai perundingan di kapal Renville di teluk Jakarta antara Indonesia dan Belanda dibawah pengawasan Komisi Tiga Negara. Perjanjin Renvile baru ditandatangani pada 17 Januari 1948 yang disusul dengan instruksi penghentian tembak-menembak pada tanggal 19 Januari berikutnya.[**]


