Tim dari Komisi Tiga Negara ini berangkat dari Medan melalui jalan darat hingga ke Banda Aceh. Mereka ditugaskan untuk menyelesaikan perselisihan akibat peperangan, termasuk soal pembebasan tawanan.
Letnan Koloel T Tjut Rahman yang mengawal rombongan tersebut mengalami kecelakaan di Pidie, mobil jeep yang dikendarainya menabrak pohon, tubuhnya terjepih hingga tewas. Jenazahnya sempat dilarikan ke rumah sakit umum Sigli sebelum dinaikkan kereta api untuk dibawa ke Banda Aceh.
T Tjut Rahman merupakan perwira yang membentuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Meulaboh, Aceh Barat. Ia kemudian menjadi petinggi TNI di Bireuen merangkap anggota Staf Divisi X. Terakhir ia diperbantukan pada Gubernur Militer merangkap sebagai anggota Mahkamah Pengadilan Tentara (Pengadilan Militer).
Keberangkatan anggota Komisi Tiga Negara ke Banda Aceh itu juga didampingi oleh Patih Aceh Timur, Tengku Maimun Habsjah dan Muhammad Hasan (Hasan Tiro) selalu pendamping dan penerjemah. Mereka disambut di Atjeh Hotel, Banda Aceh oleh opsir-opsir TNI, diantaranya Kolonel Sitompoel, sedang dari pihak pemerintahan sipil TM Amin mewakili Residen Aceh, Bupati Aceh Besar Tgk Zaini Bakry dan beberpa tokoh Aceh lainnya.
Rombongan Komisi Tiga Negara selama di Banda Aceh juga melakukan pertemuan dengan Residen Aceh TT Muhammad Daodsyah. Dalam pertemuan itu sebagaimana ditulis oleh surat kabar Semangat Merdeka, Kolonel Horsfall memuji perjuangan rakyat Aceh, keindahan alam Aceh, serta menyampaikan duka cita atas musibah meninggalnya T Tjut Rahman yang mengawal mereka ke Banda Aceh.
Setelah itu malamnya Tim Komisi Tiga Negara juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Sipil dan Militer Aceh Langkat dan Tanah Karo, Jenderal Mayor Tituler Teungku Muhammad Daod Beureu’eh di kediamannya.
Di hadapan Abu Beureu’eh Kolonel Horsfall mengatakan bahwa tentera dan opsir militer di Aceh mempunyai semangat dan disiplin yang tinggi. Ia menegaskan kedatangan Komisi Tiga Negara ke Aceh untuk melihat kondisi yang sebenarnya di Aceh setelah perang.
Sementara Kaptain Baird menegaskan kepada Abu Beureu’eh bahwa Australia mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Begitu juga dengan Mayor Han Ta Chih, atas nama Republik Rakyat Tiongkok, ia meminta agar hubungan baik dengan negeri tirai bambu tersebut dapat terus dilanjutkan.
Abu Beureu’eh selaku Gubernur Militer menyatakan menyambut baik kunjungan para perwira militer dari Komisi Tiga Negara tersebut. “Kami sangat gembira atas kedatangan tuan-tuan kemari dan kami harapkan agar tuan-tuan selamat dalam perjalanan ini, lebih-lebih lagi kami sangat gembira karena dengan kedatangan tuan-tuan kemari dapatlah tuan-tuan menyaksikan dengan mata sendiri akan keadaan yang sebenarnya di daerah ini,” kata Abu Beureu’eh.
Pertemuan Tim Komisi Tiga Negara di kediaman Gubernur Militer tersebut berlangsung hingga pukul 21.30 waktu Aceh. Tim kemudian kembali ke penginapan mereka di Atjeh Hotel.[**]




